KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman Vs Ustad Hilmi Firdausi soal KKB, Begini Persoalannya

- Rabu, 24 November 2021 | 13:11 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berbeda pandangan dengan Ustad Hilmi Firdausi. (foto: pikiran rakyat)
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berbeda pandangan dengan Ustad Hilmi Firdausi. (foto: pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kelapa Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tengah berbeda pandangan dengan Ustad Hilmi Firdausi soal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Awalnya saat kunjungan ke Papua, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberi arahan kepada personel TNI yang akan bertugas di daerah rawan.

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman minta kepada para personel TNI untuk memiliki pandangan yang sama soal KKB.

Baca Juga: Komplotan Pencopet di Mandalika Berhasil Diringkus, Tiga Orang di Antaranya Satu Keluarga

Menurut KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman bahwa KKB adalah sebagian kecil masyarakat yang belum memiliki pemahaman tentang apa itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman minta jangan berpikiran bahwa KKB adalah musuh, karena mereka belum apa itu NKRI.

"Jangan sampai sedikit pun berpikiran bahwa KKB itu adalah musuh kita, mereka saudara kita yang belum paham tentang NKRI," kata KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Baca Juga: Begini Aturan PPKM Baru Selama Nataru untuk Antisipasi Ancaman Pandemi Covid -19 Gelombang Ketiga

Selain itu KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman minta kepada personel TNI yang dikirim ke daerah rawan agar tidak berpikir jika tenga ditugaskan untuk perang.

Pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman kepada personel TNI di daerah rawan Papua yang akan menghadapi KKB, ditanggapi Ustad Hilmi Firdausi di akun twitternya @Hilmi28.

"Tapi korbannya sudah banyak pak, menunggu sampai kapan lagi?," tanya Ustad Hilmi Firdausi melalui akun Twitter @Hilmi28.

Baca Juga: Stok Vaksin Covid-19 Cukup untuk Sebulan, Menkes: Jumlahnya 287 Juta Dosis

Ustad Hilmi Firdausi menilai anggota KKB Papua merupakan teroris sehingga harus diberantan sesuai hukum yang berlaku.

"Bukankah mereka juga teroris, kenapa beda perlakuannya? tanya Ustad Hilmi Firdausi.

Halaman:
1
2

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X