Sopir Kontainer Mengeluh Soal Premanisme dan Pungli, Presiden Langsung Telepon Kapolri

- Kamis, 10 Juni 2021 | 20:37 WIB
suaramerdeka.com/BPMI Setpres/Muchlis Jr
suaramerdeka.com/BPMI Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo berdialog dengan para sopir truk kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Kamis 10 Juni 2021.

Presiden berpandangan bahwa seharusnya para sopir kontainer merasa nyaman saat bekerja, terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

“Driver mestinya merasa nyaman semuanya. Jangan sampai ada yang mengeluh karena banyaknya pungutan. Itu yang mau saya kejar, kalau ada. Silakan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bertolak ke Brebes, Ganjar Cek Pelaksanaan Vaksinasi dan Instruksikan 3T

Salah satu sopir yang menyampaikan keluh kesahnya adalah Agung Kurniawan. Pria kelahiran Ngawi, 38 tahun silam ini menjelaskan bahwa para sopir kontainer kerap menjadi sasaran tindak premanisme.

“Begitu keadaan macet, itu di depannya ada yang dinaiki mobilnya, naik ke atas mobil bawa celurit atau nodong begitu, itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan,” ujar Agung.

Selain soal premanisme, Abdul Hakim salah satu sopir juga menceritakan soal banyaknya pungutan liar di sejumlah depo.

Depo sendiri adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line.

Baca Juga: SAH! Kader Internal Ajukan Puan Maharani Jadi Capres Pilpres 2024

Menurutnya, para karyawan depo sering meminta imbalan berupa uang tip agar laporannya bisa diproses segera.

Mendengar cerita para sopir kontainer, Presiden lantas memanggil ajudannya dan meminta ia menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.

“Pak Kapolri selamat pagi,” sapa Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

“Siap, selamat pagi Bapak Presiden,” jawab Kapolri di ujung telepon.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Kota Pekalongan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

“Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu,” jelas Presiden.

“Siap,” jawab Kapolri.

“Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri,” ujar Presiden,

“Siap, Bapak,” jawab Kapolri.

Presiden mengatakan, bahwa dirinya sudah menangkap situasi yang ada dan apa yang diinginkan oleh para sopir kontainer.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mengikuti proses ini sehingga keluhan-keluhan yang disampaikan bisa diselesaikan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X