Serikat Buruh Jangan Terlalu Persoalkan UMP, Fokus Kawal Struktur Skala Upah

- Senin, 22 November 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi demo buruh tolak upah murah
Ilustrasi demo buruh tolak upah murah

BANDUNG, suaramerdeka.com - Serikat buruh atau pekerja diminta tak terlalu mempersoalkan penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2022.

Sebaiknya, mereka harus fokus dalam mengawal struktur skala upah di perusahaan yang dituangkan dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama.

Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmadja mengingatkan bahwa UMP tersebut sejatinya diperuntukan bagi pekerja di bawah 1 tahun, sehingga seharusnya kebijakan tersebut tak menimbulkan kegaduhan.

"UMP berlaku bagi tenaga kerja di bawah 1 tahun, bukan di atas 1 tahun. Pekerja yang di atas 1 tahun bisa gunakan struktur skala pengupahan. Ini kan kesannya terjadi kehebohan tentang ini padahal ada perbedaannya," jelasnya usai mengumumkan UMP Jabar 2022 di Gedung Sate Bandung, Sabtu 20 November 2021.

Baca Juga: Jangan Lupa untuk Bersedekah, Ini Manfaatnya

Dalam penetapan itu, upah minimum provinsi (UMP) 2022 di wilayahnya mengalami kenaikan 1,72 persen.

Besaran kenaikannya adalah Rp 31.135,95 dibandingkan kebijakan serupa pada tahun lalu sehingga UMP yang mulai diberlakukan tahun depan sebesar Rp 1.841.487,31

Dalam kaitan itu pula, dia meminta semua pihak bisa mencermati persoalan upah tersebut secara jernih.

Setiawan mengaku paham dengan kesulitan buruh tapi di sisi lain pertumbuhan pun memerlukan tahapan untuk bangkit.

Baca Juga: 64 Juta Pelaku UMK Jadi Penopang Perekonomian di Tengah Pandemi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X