YABB Ajak Changemakers Atasi Akses Air Minum dan Ketahanan Bencana untuk Semua

- Minggu, 21 November 2021 | 20:38 WIB
Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB). (suaramerdeka.com/dok)
Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB). (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba yang merupakan bagian dari GoTo Group, telah meluncurkan Catalyst Changemakers Lab (CCL) pada 5 November 2021.

CCL merupakan sebuah program inovatif bagi para changemakers (agen perubahan) untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan akses air minum layak dan ketahanan bencana hidrometeorologi melalui inovasi dan teknologi.

Untuk itu, CCL mengajak perusahaan rintisan (startup) dan organisasi masyarakat sipil (CSO) untuk bergabung dan melahirkan solusi yang akan diaplikasikan di berbagai kota di Indonesia.

Bersama dengan Social Innovation Accelerator Program (SIAP), sebuah platform pengembangan dan akselerasi wirausaha sosial, YABB menghadirkan CCL untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari multisektor dengan fokus pada pendekatan pola pikir sistematik (system change thinking) dan kepemimpinan transformasional (transformational leadership).

Baca Juga: Manchester United Resmi Berhentikan Ole Gunnar Solskjaer Sebagai Manajer

Selanjutnya, Pilot Project akan dilaksanakan untuk memastikan solusi dapat digunakan dengan baik, sehingga pemanfaatan teknologi bisa benar-benar membantu masyarakat luas di berbagai tempat.

Monica Oudang, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa mengatakan kita semua menyadari bahwa air merupakan penopang kehidupan manusia.

"Namun kami melihat ada dua isu yang membutuhkan kita untuk bergerak bersama. Pertama, air minum layak harus dapat diakses oleh setiap individu. Kedua, bencana terkait air semestinya tidak memberikan kerugian sosial ekonomi yang berat kepada masyarakat," tuturnya.

"Dengan prinsip gotong royong yang selalu menjadi DNA kami, YABB berkomitmen untuk mendorong perubahan yang mengakar dan berkesinambungan."

Baca Juga: Nirina Zubir Menangis Ungkap Pesan Mendiang Ibunya: Uang Ada Tetapi pada ke Mana?

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X