Sambut Positif Perpres Miras, Ini Alasan Muhammadiyah

- Kamis, 10 Juni 2021 | 09:49 WIB
miras. (pikiran-rakyat) (Murdiyat Moko)
miras. (pikiran-rakyat) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2021 yang akhirnya memutuskan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol sebagai bidang usaha tertutup untuk penanaman modal.

Abbas mengatakan, kebijakan pemerintah itu mendengarkan masukan dari organisasi keagamaan dan unsur masyarakat sipil.

“Karena yang namanya mengkonsumsi minuman keras tersebut jelas jauh lebih besar mafsadat atau dampak buruknya daripada maslahat atau manfaatnya,” kata Anwar, baru-baru ini.

Baca Juga: Dubes Tegaskan Belum Satu Pun Negara Dapat Undangan Haji 2021

Setelah sempat menuai polemik minuman keras sebagai bidang usaha terbuka, Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 akhirnya memutuskan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol sebagai bidang usaha tertutup untuk penanaman modal.

Dengan Perpres tersebut, kesempatan penjualan miras secara terbuka dinyatakan batal.

Investasi dan produksi miras di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua harus dijalankan sesuai Keppres sebagai industri tertutup sejak diundangkan Perpres pada 25 Mei 2021.

Baca Juga: Segera Rumuskan Langkah Antisipasi Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 di Tanah Air

Senada dengan Anwar, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad bersyukur dengan keputusan tersebut baru Pemerintah melalui peraturan Presiden itu.

Dadang menilai langkah Presiden itu sebagai keputusan bijak.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X