Pancasila Tanpa Agama akan Kehilangan Makna

- Rabu, 9 Juni 2021 | 21:50 WIB
Pancasila (red)
Pancasila (red)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar mengatakan bahwa pengamalan Pancasila tidak dapat dilepaskan dari semangat dan jiwa keagamaan.

Penegasan ini disampaikan Fuad saat berbicara dalam Serial Webinar Kebangsaan yang diselenggarakan PPSN (Pusat Pengkajian Strategi Nusantara), Minggu (6/6/2021). Webinat ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Peringatan 120 Tahun Kelahiran Bung Karno, Presiden Pertama RI.

"Pengamalan Pancasila dalam tindakan tidak dapat dilepaskan dari jiwa dan semangat keagamaan. Pancasila tanpa agama akan kehilangan makna. Pancasila bukan untuk meminggirkan dan menggantikan kedudukan agama yang dijunjung tinggi dalam perikehidupan bangsa dan masyarakat kita," tegas M Fuad Nasar.

Baca Juga: Tidak Shalat Masuk Golongan Kafir, Ini Dasar Hukumnya

Menurutnya, dalam pandangan umat beragama, khususnya umat Islam yang terwakili oleh dua organisasi terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bahwa dasar negara Pancasila adalah pilihan final dan terbaik karena merupakan perjanjian seluruh elemen bangsa.

Dalam pemahaman Muhammadiyah, negara berdasarkan Pancasila merupakan "darul ahdi wa syahadah" (negara konsensus dan kesaksian), sedang dalam pemahaman NU, negara berdasarkan Pancasila merupakan "mu’ahadah wathaniyah" (kesepakatan kebangsaan).

Baca Juga: Konkrit dan Terukur, Menko PMK Apresiasi Program Prioritas Kemenag

Mensitir istilah dari Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Fuad mengatakan bahwa Indonesia adalah "darul mitsaq" (negara kesepakatan).

Dijelaskan Fuad, bahwa Mohammad Natsir, pejuang Islam terkemuka dan Perdana Menteri RI tahun 1950-1951 dalam tulisannya yang dihimpun dalam buku "Agama dan Negara Dalam Perspektif Islam"

menegaskan kesatuan antara Islam dan Pancasila terjadi pada tingkat ide. Tidak ada pertentangan Pancasila dan Islam, kecuali bila Pancasila sengaja diisi dengan paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: Kemenag

Tags

Terkini

X