Figur Capres Belum Dominan, Dinamika Internal Partai dan Kemunculan Nama Lawas Jadi Risiko

- Rabu, 9 Juni 2021 | 18:15 WIB
Capres no urut 01, Joko Widodo bersama Iriana Jokowi tiba di lokasi Debat Final Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (13/4). (Foto: Kumparan)
Capres no urut 01, Joko Widodo bersama Iriana Jokowi tiba di lokasi Debat Final Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (13/4). (Foto: Kumparan)

"Ini kan ada faksi yang tak nyaman dengan Ganjar Pranowo sementara ada juga yang ingin mendorong Puan Maharani sehingga situasinya jadi dinamis," jelasnya.

Selain Mega, dia juga melihat faktor trah Sukarno ikut menentukan dalam menuju proses pencalonan tersebut. Memang ada Puan, hanya saja, hasil survei belum terlalu memihak dibanding Ganjar. Belum lagi nama Mensos Tri Rismaharini yang ikut meramaikan bursa.

Baca Juga: Ini 3 Dasar Penganugerahan Profesor Kehormatan untuk Bu Mega dari Unhan

Baginya, dengan suasana dinamis plus isu regenerasi, terutama soal penerus estafet kepemimpinan partai, penetapan Capres dari PDI Perjuangan bakal lebih kompleks terutama dalam menjaga soliditas. Langkah Mega akan sangat menentukan mengingat resikonya.

"Sejauh ini, dalam menangani situasi tersebut, PDI Perjuangan relatif akan lebih tertib. Tapi dikaitkan regenerasi di internal partai, itu sepertinya perlu dilakukan setelah penetapan figur yang dianggap cakap, lebih dulu dilakukan Mega," katanya.

Dalam amatannya, Firman Manan yang juga Direktur Eksekutif IPRC itu menyebut Megawati sebagai tokoh sentral partai belum menunjukan keberpihakannya. Tapi dipastikan satu nama yang dirilis segera didengar untuk menuntaskan dinamika internal.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X