Anggaran Alutsista Capai Rp1,7 Triliun, PT TMI Besutan Prabowo Jadi Sorotan ICW

Red
- Rabu, 9 Juni 2021 | 17:44 WIB
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto / Istimewa
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto / Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) senilai Rp 1.750 triliun hingga 2024. Terkait rencana tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun membentuk PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).

Indonesia Corruption Watch (ICW) pun menyoroti potensi konflik kepentingan dalam pembuatan perusahaan tersebut.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan semula status badan hukum TMI tidak memiliki kejelasan. Perusahaan ini awalnya berada di bawah Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan di bawah Kemenhan.

Baca Juga: Survei Toleransi dan Radikalisme di Jabar, di Tingkat Pergaulan Akur Soal Figur Pilih Bertempur

"Dari aspek tata kelola, Menteri Pertahanan terindikasi terlibat dalam konflik kepentingan sehingga kebijakan itu berbau koruptif dan dapat masuk ranah tindak pidana korupsi," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam diskusi daring, Rabu (9/6), seperti dikutip dari katadata.co.id.

Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menunjuk Mayjen (Purn) Glenny Kairupan sebagai Direktur Utama TMI.

Selain itu, ia juga mengamanatkan mantan Direktur Utama PT PAL Harsusanto sebagai Presiden Direktur dan CEO TMI.

Adapun, Glenny merupakan anggota Dewan Pembina Gerindra sekaligus Direktur Penggalangan Badan Pemenangan Nasional Prabowo dan Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2019.

Selain itu nama Komisaris lainnya seperti Yudi Magio Yusuf, Angga Raka Prabowo, dan Prasetyo Hadi merupakan kader Partai Gerindra.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X