Jelaskan Gangguan Telekomunikasi Biak-Jayapura, Menteri Johnny: Tidak Terjadi Black Out Total

- Selasa, 8 Juni 2021 | 07:15 WIB
KONFERENSI PERS: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad Ramli (kiri), dan Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (kanan), menggelar Konferensi Pers Gangguan Sistem Telekomunikasi di Beberapa Wilayah Papua Pasca Putusnya Kabel Laut Ruas Biak-Jayapura, di Ruang Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (07/06/2021). (suaramerdeka.com / dok)
KONFERENSI PERS: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad Ramli (kiri), dan Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (kanan), menggelar Konferensi Pers Gangguan Sistem Telekomunikasi di Beberapa Wilayah Papua Pasca Putusnya Kabel Laut Ruas Biak-Jayapura, di Ruang Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (07/06/2021). (suaramerdeka.com / dok)

Bahkan, sebagai langkah mitigasi, PT Telkom telah menyiapkan rute di wilayah utara, yaitu dari Biak sampai sekitar Sorong sepanjang lebih dari 1.100 kilo meter kabel atau 1.141 km panjang kabel bawah laut.

Rute itu telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2020, dan diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun 2022.

“Jadi nanti di Papua ada 3 rute mencakup rute selatan, rute tengah dan rute utara. Sehingga ada transmisi data dari wilayah barat ke Papua dan dari Papua ke wilayah barat Indonesia,” jelasnya.

Menurut Menkominfo, pemulihan kabel laut tersebut juga nantinya memberikan dukungan telekomunikasi pada saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap dapat dilakukan dengan baik.

Sebab, proses pemulihannya sendiri sudah selesai dan akan ada koordinasi lintas operator seluler dengan kementerian Kominfo dalam rangka memberikan dukungan tersedianya bandwidth yang cukup untuk penyelenggaraan PON di Papua.

“Kami harapkan agar penggelaran fiber optik ini bisa selesai sehingga dukungan untuk transmisi data ke dan dari Papua bisa berlangsung dengan baik.”

“Di saat yang bersamaan, pembangunan the last mile, BTS (Base Transceiver Station) oleh Kominfo di Papua akan dilakukan di tahun 2021 dan 2022 nanti untuk keseluruhan wilayah Papua. Kami berharap, bahwa sekitar 5000 BTS dapat digelar di Papua dan siap untuk melayani masyarakat di akhir tahun 2022 nanti,” tandasnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menjelaskan kendala teknis terputusnya kabel laut ruas Biak-Jayapuran.

Menurutnya, pihaknya telah menyediakan backup secara bertahap untuk mengatasi masalah tersebut.

“Sebenarnya backup kita sediakan bertahap, karena yang namanya satelit kapasitasnya tidak sebesar fiber optik, sehingga tidak mungkin backup-nya ini menggunakan satelit dan microwave bisa sebesar yang aslinya, 154 (Gbps) tadi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X