Kader PDIP Tak Tahu Bung Karno Lahir di Surabaya, Bukan di Blitar

Ant
- Senin, 7 Juni 2021 | 20:13 WIB
Presiden Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno/Foto grid.id
Presiden Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno/Foto grid.id

SURABAYA, suaramerdeka.com - Banyak orang yang belum mengetahui Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) lahir di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat diskusi memperingati Hari Lahir Bung Karno 6 Juni di Balai RW 06 Tenggilis Surabaya, Senin (7/6).

"Dari zaman dahulu saya sekolah dasar selalu diajarkan bahwa Bung Karno lahir di Kota Blitar. Jadi, tidak salah saya meyakini itu. Akan tetapi, hal itu terbantahkan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya," ungkapnya seperti dilansir dari Antara.

Diskusi yang dikemas santai namun serius itu juga dihadiri anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Bambang Dwi Hartono serta pegiat sejarah Kuncarsono.

Baca Juga: Desa Wisata Diharap Jadi Etalase Produk UMKM Lokal

Maka, dalam momentum hari lahir Bung Karno inilah, kata Adi, PDIP Surabaya terus memasifkan berbagai ide, pemikiran, perjuangan, termasuk kisah proklamator bangsa tersebut di Surabaya.

Menurut dia, Bung Karno lahir di Kota Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Bahkan, Bung Karno pada masa remaja juga hidup di Surabaya yang saat itu digodok pemikirannya di indekos H.O.S. Tjokroaminoto.

Bung Karno dalam masa pergolakan merebut kemerdekaan juga datang ke Surabaya untuk membakar semangat arek-arek Suroboyo.

Baca Juga: Salatiga Kota Toleran, Masyarakat Harus Peka Tangani Kasus KDRT

"Itulah mengapa Bung Karno menyebut Surabaya sebagai dapur nasionalisme. Bertepatan dengan Juni yang juga diperingati sebagai Bulan Bung Karno, kami terus membumikan pemikiran dan kiprah Bung Karno ke kampung-kampung, lewat diskusi, bakti sosial, tur sejarah, dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Bambang D.H. mengapresiasi Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono sebab kegiatan ini merupakan ide cemerlang untuk meluruskan suatu sejarah yang salah.

"Saya dahulu pernah jadi ketua DPC (PDI Perjuangan Surabaya) tetapi belum terpikir acara seperti ini. Saya apresiasi membumikan dengan segala ajaran Bung Karno dengan segala buah karya," katanya dalam sambutan.

Baca Juga: Pamerkan Batik Patron, Festival Lembah Rawa Angkat Ikon Seni dan Budaya Kab Semarang

Apalagi, lanjut dia, desain acara tidak berada di tempat yang mewah, tetapi rangkaian Juni Bulan Bung Karno ditempatkan di kampung-kampung.

"Yang mahal ide dan gagasan mudah-mudahan bulan Bung Karno diisi dengan kegiatan yang bermanfaat," katanya.

Sementara itu, pegiat sejarah Kuncarsono menegaskan bahwa Bung Karno mulai umur 0—6 bulan tinggal di Peneleh Surabaya, kemudian sang ayah dipindahtugaskan di Ploso, Jombang, lalu kembali lagi ke Surabaya pada saat remaja.

Menurut Kuncarsono, kehidupan Soekarno kecil serba terbatas. Akan tetapi, karena memiliki tekad yang kuat, bisa menjadi orang besar, presiden pertama Republik Indonesia.

"Buat anak muda jangan putus asa jika sekarang dalam keadaan yang serba terbatas, seperti Bung Karno yang lahir di kampung menjadi pemimpin besar," katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X