Salatiga Kota Toleran, Masyarakat Harus Peka Tangani Kasus KDRT

- Senin, 7 Juni 2021 | 19:52 WIB
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Masyarakat, di Ruang Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (7/6/2021)
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Masyarakat, di Ruang Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (7/6/2021)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Upaya pencegahan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah Kota Salatiga perlu terus dilakukan. Meskipun kasusnya terbilang rendah, namun hal itu tetap menjadi perhatian bersama.

“Laporan yang sedikit memang perlu disyukuri, namun jangan sampai hal tersebut dikarenakan adanya korban yang memilih diam, atau kurangnya pengetahuan dan kepekaan masyarakat terhadap penanganan kasus-kasus KDRT di sekitarnya. Saya harap jangan lengah, kita harus lebih peka,” jelas Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Masyarakat, di Ruang Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Pamerkan Batik Patron, Festival Lembah Rawa Angkat Ikon Seni dan Budaya Kab Semarang

Menurutnya, upaya pencegahan kasus KDRT, di antaranya adalah mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

“Kota Salatiga kota toleran. Mari sebagai masyarakat yang baik kita tingkatkan rasa toleransi antara satu dengan yang lain. Tidak ada diskiriminasi, tidak saling menyalahkan, semua diselesaikan dengan kekeluargaan, ora golek benere dhewe,” imbuhnya.

Yuliyanto mengajak agar masyarakat lebih paham hukum, agar mereka tidak melanggar hukum.

Masyarakat akan lebih sadar akan hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga tidak melakukan peristiwa yang berdampak pada hukum. Tidak ada kekerasaan, tidak ada upaya melanggar hukum,” pintanya.

Baca Juga: Manajemen Kontijensi Penanganan Covid 19 di Kudus, 6 Watercanon Disiapkan

Wali kota berharap, dengan sosialisasi terhadap penanganan kasus kekerasan tersebut, diharapkan masalah yang ada dalam masyarakat bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan dan muncul kasus KDRT baru di wilayahnya.

“Penyelesaian hukum adalah jalan yang terakhir. Tentunya upaya sosialisasi ini memberikan peran dan andil dari bapak ibu secara positif, (dengan) partisipasi untuk pencegahan dan penyelesaian kasus KDRT di wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: jatengprov

Tags

Terkini

Tertinggi Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jateng

Senin, 20 September 2021 | 01:10 WIB

Kreativitas lewat Film tentang Rara Mendut

Senin, 20 September 2021 | 01:00 WIB

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X