Sulit Ibada dan Doa Tidak Tidak Dikabulkan Jika Makanan Haram Masuk ke Tubuh

- Minggu, 6 Juni 2021 | 19:48 WIB
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dengan banyaknya potensi dan peluang yang dimiliki, maka Indonesia harus siap menjadi produsen produk halal dunia. Terlebih, menyediakan produk halal bagi masyarakat adalah salah satu bentuk kemaslahatan yang dilakukan dalam rangka memakmurkan kehidupan manusia.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar, yang hadir sebagai narasumber di Webinar Nasional bertema "Indonesia Produsen Produk Halal Dunia, Siapkah?" yang diadakan Universitas Ma'arif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga: Ini Enam Modal Indonesia Produsen Produk Halal Dunia

"Sudah sangat jelas bahwa manusia mendapatkan tugas yang mulia, memakmurkan bumi dengan segala persoalan yang ada. (Untuk itu) apa sebetulnya alat atau kebutuhan dalam rangka memakmurkan bumi ini? Halal di antaranya," kata KH Miftachul Akhyar menjelaskan.

Kiai kharismatik asal Jawa Timur itu juga menekankan pentingnya mengonsumsi segala sesuatu yang halal dan thayyib dalam menjaga kelangsungan hidup sehari-hari.

Kiai Miftacul Akhyar lalu menukil beberapa ayat Al Qur'an dan sejumlah hadits, di antaranya QS Al Baqarah ayat 172 yang bermakna:

"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kudus, Kapolri dan Panglima TNI Minta Semua Pihak Turun Tangan

"Setiap daging yang tumbuh dari zat yang haram maka nerakalah yang lebih patut baginya. Sedangkan rejeki yang halal, sebagian menjadi daging dan energi yang dibutuhkan di dalam tubuh kita. Akhirnya daya pikir termasuk ibadah dan doa kita berpotensi untuk diterima Allah. Sebaliknya jika makanan haram yang masuk ke dalam tubuh maka akan sulit ibadah dan doa sulit dikabulkan Allah. Allah dzat yang thayyib dan cinta kepada hal-hal yang baik pula," urainya.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pentingnya Menjaga Shalat Lima Waktu

Senin, 20 September 2021 | 17:13 WIB

Ini Keringanan Shalat bagi Musafir

Senin, 20 September 2021 | 10:17 WIB

Gajah Alingan Suket Teki

Jumat, 17 September 2021 | 07:15 WIB

Perpres Dana Abadi Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 06:30 WIB

KH. Abdullah Sajad, Perintis Dakwah di Semarang Wetan

Jumat, 17 September 2021 | 05:50 WIB

Perempuan dan Literasi Keuangan

Jumat, 17 September 2021 | 05:39 WIB

Sholawat Nariyah, Tata Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

Senin, 13 September 2021 | 17:32 WIB

Kiai dan Santri Punya Ikatan Batin Kuat

Minggu, 12 September 2021 | 20:05 WIB

Seleksi Tilawah Qur'an di Maluku, Jateng Siap Ikuti Semua

Minggu, 12 September 2021 | 18:26 WIB

Kita dan Air

Kamis, 9 September 2021 | 22:35 WIB

Kere Munggah Bale

Kamis, 9 September 2021 | 22:27 WIB

KHA Nashoha, Perintis Pesantren Salafiyah Wonoyoso

Kamis, 9 September 2021 | 22:17 WIB

Selamatkan Anak dari Narkoba

Kamis, 9 September 2021 | 22:10 WIB
X