Terjadi Penambahan 53 Kasus Terkonfirmasi Positif Baru di Kebumen

- Minggu, 6 Juni 2021 | 16:59 WIB
Jemaah pengajian di Masjid Al Hidayah Desa Banjurmukadan Kecamatan Buluspesantren, Kebumen menjalani rapid test antigen secara acak. SM/Supriyanto
Jemaah pengajian di Masjid Al Hidayah Desa Banjurmukadan Kecamatan Buluspesantren, Kebumen menjalani rapid test antigen secara acak. SM/Supriyanto

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kasus Covid-19 di Kebumen masih berpotensi untuk naik. Hingga Minggu (6/6) terjadi penambahan 53 kasus terkofirmasi positif baru. Kemudian terkonfirmasi sembuh 16 dan meninggal dunia 1 orang.

Adapun kasus aktif tercatat 279 tersebar di 24 kecamatan. Kecamatan yang tidak memiliki kasus aktif adalah Sadang dan Poncowarno. Sedangkan kecamatan dengan kasus aktif di atas 10 ada di 10 kecamatan, yaitu Kebumen, Gombong, Puring, Alian, Petanahan, Mirit, Karangsambung, Alian, Rowokele dan Sruweng.

Merujuk data pantauan Covid-19 Kebumen kasus terkonfirmasi dirawat sebanyak 81 orang (1%).Sedangkan kasus terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri 206 (2,6%). Total terkonfirmasi 8.066 kasus, terkonfirmasi meninggal 339 (4.2 %) dan terkonformasi sembuh 7.440 (92,2%).

Baca Juga: Zona Merah, Sejumlah Desa di Demak Lockdown Mikro, Seluruh Objek Wisata Tutup Sementara

Sedangkan total kasus suspek 40 orang, yang dirawat enam orang dan menjalani isolasi mendiri 34. Kemudian kasus probabel 210 kasus dirawat 20, isolasi 5 dan meninggal dunia 185.

Rapid Test

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan rapid test secara acak di komunitas yang memiliki potensi menjadi cluster penyebaran Covid-19.

Sebanyak 20 jemaah pengajian di Masjid Al Hidayah Desa Banjurmukadan Kecamatan Buluspesantren, Kebumen menjalani rapid test antigen secara acak. Rapid test melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Buluspesantren, PPKM Mikro Desa Banjurmukadan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman menjelaskan bahwa rapid test perlu dilakukan untuk mengetahui kesehatan para jamaah. "Ini adalah langkah dini sebagai antisipasi," jelas Iptu Tugiman.

Baca Juga: Pantau Kunjungan Kapolri dan Panglima TNI di Kota Pekalongan, Jurnalis Jalani Rapid Test Antigen

Adapun hasil rapid test antigen dari 20 jemaah hasilnya semua negatif. Meski tak ada yang positif, petugas pengamanan dari Polsek ataupun dari Koramil mengingatkan untuk terus mematuh protokol kesehatan 5M.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Artikel Terkait

Terkini

Gus Yahya: Jangan Sampai Peradaban Runtuh

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:02 WIB

Ini 4 Quotes Para Tokoh Terkait Peringatan 1 Abad NU

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:42 WIB
X