Gus Yasin Minta Ponpes Perkuat Ajaran Makna Toleransi dalam Al-Qur’an

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 21:55 WIB
Gus Yasin bersama Ganjar Pranowo mendampingi Mbah Moen dalam suatu kesempatan (Foto Istimewa)
Gus Yasin bersama Ganjar Pranowo mendampingi Mbah Moen dalam suatu kesempatan (Foto Istimewa)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah menjadi angan-angan sejak tahun 2000, pendirian Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Raudlotut Tamyiz, Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur, akhirnya terealisasi.

Peletakan batu pertama pembangunan, dilaksanakan Jumat (4/6/2021) oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan pembina Ponpes, Habib Hasan Al Jufri.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin mengatakan, untuk memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raudlotut Tamyiz, kelak diharapkan tidak hanya mengajarkan hafalan Al-Qur’an. Tetapi juga makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an, salah satunya tentang toleransi.

Baca Juga: Kualifikasi MotoGP Catalunya: Fabio Quartararo Raih Pole Position Kelima

“Saya berharap, dengan adanya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raudlotut Tamyiz, (nantinya) bisa menerjemahkan apa yang difirmankan Allah SWT tentang kehidupan, baik kehidupan bagi kita (sebagai) individu maupun sosial, itu harus dipelajari juga. Tidak hanya menghafal Al-Qur’an,” pesannya.

Gus Yasin menjelaskan, di dalam agama Islam terdapat dua hukum, yaitu hukum fardu ain dan fardu kifayah. Aktivitas fardu ain, seperti salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, dan membayar zakat fitrah, mengantarkan hubungan umat Islam kepada Allah SWT.

Sementara fardhu kifayah, adalah aktivitas yang menjadi kewajiban bersama. Selama belum ada yang melaksanakan aktivitas itu, berarti masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama yang harus ditunaikan.

Baca Juga: Pemprov Jateng Kirim Tenaga Kesehatan dan Obat ke Kudus

“Fardu kifayah ini diperintahkan dalam Al-Qur’an, terkait bagaimana kita memakmurkan bumi Allah. Sehingga tidak semua bisa mengikutinya. Seperti (belajar) ilmu kedokteran, ilmu fisika, dan sebagainya. Tidak semua kita wajib mempelajari itu, sehingga semua harus dipadukan. Dan itu juga sudah (ada) dalam kisi-kisi pembelajaran Islam,” ujar Gus Yasin.

Sejalan dengan harapan Wagub, Pembina Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raudlotut Tamyiz, Habib Hasan Al Jufri mengatakan, pihaknya juga akan berusaha, agar Pondok Pesantren yang diampunya bisa menjadi tempat yang mampu mendidik santriwan dan santriwati menjadi generasi sholih-sholihah, dan diberikan kemuliaan sifat Qur’ani.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: jatengprov

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X