Kompetensi Itu Syarat Komisaris BUMN

- Minggu, 6 Juni 2021 | 01:27 WIB
Foto: Facebook Slank
Foto: Facebook Slank

Penunjukan Abdi Negara Nurdin, sebagai Komisaris Independen PT Telkom (Persero) Tbk. ramai menjadi perbincangan publik.

Sebagian masyarakat menilai penunjukan gitaris grup band Slank itu dianggap sekadar balas jasa.

Sementara itu, pihak Kementrian BUMN menangkis suara-suara sumir di masyarakat. Mereka menyampaikan sejumlah alasan.

Bagaimana sesungguhnya proses pengisian jabatan komisaris BUMN itu dilakukan?

Bagaimana pula etika yang harus diperhatikan agar pengisian jabatan itu tidak menimbulkan gejolak di masyarakat? Pakar hukum tata negara dan administrasi publik Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Dr Jawade Hafidz menyatakan untuk mengangkat seseorang menduduki jabatan penting dalam perusahaan milik negara sepatunya melewati tahapan tertentu.

Misal, dibuat mekanisme fit and proper test yang jamak dilakukan selama ini. Mekanisme itu dipakai sebagai upaya melihat kompetensi, kemampuan dan kredibilitas calon.

Apalagi, kata dia, ini di dalam lingkungan BUMN terkemuka dengan perusahaan yang besar.

Diharapkan orang yang memegang kendali di dalamnya adalah mereka yang memiliki kecakapan dan loyalitas kuat.

Menurut Jawade tidak perlu memandang siapapun orangnya termasuk dari lingkaran publik figur atau bukan, apabila mekanisme itu dijalankan akan didapat sosok yang pantas.

Dosen Ilmu Pemerintahan dan Politik Undip Dr Teguh Yuwono mengatakan penunjukan personel grup musik Slank yang kini menjabat komisaris BUMN terkemuka sebenarnya tidak perlu terlalu diributkan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X