Pembatalan Pemberangkatan Haji Sudah Dilakukan Melalui Kajian Mendalam

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 11:13 WIB
Ibadah Haji 1441 H (Foto Istimewa) (Cun Cahya)
Ibadah Haji 1441 H (Foto Istimewa) (Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) membantah penilaian bahwa membatalkan pemberangkatan jemaah haji sebagai keputusan yang terburu-buru.

Keputusan itu sudah dilakukan melalui kajian mendalam.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi mengatakan kajian mendalam iti baik dari aspek kesehatan, pelaksanaan ibadah, hingga waktu persiapan.

Baca Juga: Protokol Kesehatan Jawa Barat Rendah, Airlangga Minta Kader Golkar Kawal Kinerja Pemda

"Tidak benar kalau dikatakan terburu-buru. Pemerintah bahkan melakukan serangkaian pembahasan, baik dalam bentuk rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun rapat panja haji dengan Komisi VIII DPR,” katanya di Jakarta, Jumat 4 Juni 2021 dikutip dari laman Kemenag.

Khoirizi menambahkan, Menteri Agama bahkan sempat berkoordinasi secara virtual dengan Menteri Haji Arab Saudi saat itu, yakni Saleh Benten, tepatnya pada pertengahan Januari 2021 untuk mendiskusikan penyelenggaraan ibadah haji.

Sebelumnya, Menag juga bertemu Duta Besar (Dubes) Arab Saudi Esam Abid Althagafi, dan mendiskusikan penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga: Indonesia-UNFPA-Jepang Dukung Program Pembangunan Berkelanjutan dan Kesetaraan Gender

Khoirizi menjelaskan sebelum pembatalan ini, beragam skenario sudah disusun, mulai dari kuota normal hingga pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen sampai lima persen.

Padahal, dengan kuota lima persen dari kuota normal saja, waktu penyiapan yang dibutuhkan tidak kurang dari 45 hari.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tol Semarang-Demak Gunakan Bambu sebagai Matras

Kamis, 23 September 2021 | 02:09 WIB

Purbalingga dan Jepara Hentikan PTM

Kamis, 23 September 2021 | 02:03 WIB

Hidupi 80 Nenek Sebatang Kara

Kamis, 23 September 2021 | 01:52 WIB

Uang Suap Dicatat Bantuan Sosial

Kamis, 23 September 2021 | 01:40 WIB

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB
X