Dikritik Pembatalan Haji Terburu-buru, Ini Jawaban Kemenag

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 09:12 WIB
Ilustrasi ibadah haji. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi ibadah haji. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah pihak mengkritik kebijakan Pemerintah yang membatalkan pemberangkatan haji 1442 Hiriah, tahun 2021.

Kebijakan itu dinilai terburu-buru sebelum Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan pengumuman resmi. Kementerian Agama menjawab kritikan itu.

“Keputusan itu tentu berdasarkan kajian mendalam, baik dari aspek kesehatan, pelaksanaan ibadah, hingga waktu persiapan. Tidak benar kalau dikatakan terburu-buru,” tegas Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi di Jakarta, Jumat (4/6).

Baca Juga: Indonesia-UNFPA-Jepang Dukung Program Pembangunan Berkelanjutan dan Kesetaraan Gender

Bahkan keputusan itu diambil atas kesepakatan dengan DPR yang sebelumnya telah melakukan serangkaian pembahasan, baik dalam bentuk rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun rapat panja haji dengan Komisi VIII DPR.

Khoirizi mengakui Kementerian Agama tentu berharap tahun ini tetap ada penyelenggaraan haji. Bahkan, sejak Desember 2020, Kemenag sudah melakukan serangkaian persiapan, sekaligus merumuskan mitigasinya.

Beragam skenario sudah disusun, mulai dari kuota normal hingga pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen sampai 5 persen.

Baca Juga: Kemendag Peduli Serahkan Sejumlah Bantuan untuk Desa Plumbon

Bersamaan dengan itu, persiapan penyelenggaraan dilakukan, baik di dalam dan luar negeri. Persiapan layanan dalam negeri.

Misalnya, terkait kontrak penerbangan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik.

Selain itu, Kemenag melakukan penyiapan layanan di Saudi, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, termasuk skema penerapan protokol kesehatan haji, dan lainnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Jawa Tengah Melonjak, Ganjar: Sudah Diprediksi Sebelumnya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X