Kementerian PUPR dan ARFI Bersinergi, Dukung Terciptanya Sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi

- Rabu, 17 November 2021 | 15:20 WIB
Uji kompetensi bagi asesor jasa konstruksi digelar Kementerian PUPR, upaya nyata dalam meningkatkan kualitas SDM. (@kemenpu)
Uji kompetensi bagi asesor jasa konstruksi digelar Kementerian PUPR, upaya nyata dalam meningkatkan kualitas SDM. (@kemenpu)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sektor konstruksi menjadi salah satu sektor prioritas yang saat ini terus digenjot pemerintah.

Sektor ini mendapat prioritas karena dinilai mampu mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan ekonomi nasional.

Selaras dengan hal itu, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian PUPR Nicodemus Daud mengatakan, pihaknya juga terus berupaya mendorong kemajuan industri rantai pasok nasional sebagai penopang utama pembangunan infrastruktur ini.

Adapun salah satu langkah yang diambil untuk menunjang upaya tersebut adalah dengan menyusun big data rantai pasok MPK (Material Peralatan Konstruksi) serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga: Serangan Tiga Bom Bunuh Diri Memakan Enam Korban di Uganda

Guna mempercepat penyusunan big data rantai pasok MPK, belum lama ini, Kementerian PUPR juga menerbitkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Pencatatan Sumber Daya Material dan Peralatan Konstruksi (SDMPK).

Dengan Permen ini, maka sudah seharusnya produsen material konstruksi dan pemilik peralatan konstruksi melakukan pencatatan pada Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi (SIMPK), sebagai bagian dari sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi.

“Kami saat ini memang tengah gencar-gencarnya untuk mempromosikan Permen PUPR No. 7 Tahun 2021 tentang Pencatatan Sumber Daya Material dan Peralatan Konstruksi (SDMPK). Bak gayung bersambut, kami senang upaya kami ini mendapat sambutan dari ARFI (Asosiasi Roll Forming Indonesia)."

"Pasalnya pencatatan data ini akan menjadi alat bagi kami untuk melakukan banyak hal seperti perhitungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)."

Baca Juga: Ahmad Zain An Najah Ditangkap Densus 88, Ikhsan Abdullah Minta Masyarakat Tidak Menilai Negatif MUI

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X