Vaksin Nusantara Diklaim Efektif, Epidemiolog sebut 3T dan 5M Paling Penting

Red
- Jumat, 4 Juni 2021 | 16:44 WIB
Vaksinasi Lansia (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi Kemenkes RI)
Vaksinasi Lansia (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi Kemenkes RI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut klaim vaksin Nusantara yang dianggap lebih ampuh dibanding Sinovac, tidak ilmiah.

Menurut Dicky, metode penggunaan sel dendritik yang digunakan dalam pengembangan vaksin Nusantara masih membutuhkan waktu riset yang panjang.

“Dalam dunia ilmiah tidak ada klaim-klaim seperti ini. Kalaupun ada, itu lebih kepada kepentingan dagang dan politik. Hal-hal seperti ini yang harus dijauhi,” kata Dicky seperti dilansir dari Katadata, Jumat (4/6).

Klaim tersebut, menurutnya dapat menimbulkan kebingungan bagi masyarakat, sehingga muncul argumen atau perdebatan terhadap sesuatu yang tidak penting.

“Yang paling penting saat ini adalah, kita terus mendukung program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah, dengan tetap menerapkan tracing, testing, dan treatment (3T) serta memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M),” kata dia.

Baca Juga: Sinetron Suara Hati Istri Episode Zahra Terkesan Kampanyekan Pernikahan Anak, KPI Diminta Bertindak

Sebelumnya, sembilan relawan menjalani pemeriksaan usai menerima vaksin Nusantara. Hasilnya, vaksin Covid-19 yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu dianggap memiliki daya perlindungan lebih baik dibandingkan Sinovac.

Pakar Biologi Molekuler sekaligus pendiri Profesor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom yang mengawal pemeriksaan itu mengatakan, semua relawan memiliki daya proteksi dengan kadar antibodi yang bervariasi.

Sebelum pengujian vaksin Nusantara, Nidom melakukan pengukuran antibodi pada penerima vaksin Sinovac. Pengukuran dilakukan satu bulan setelah penerima vaksin mendapatkan suntikan dosis kedua.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X