Soal Uji Lab BPA Galon Guna Ulang, Kemenperin Anggap Isu Tidak Jelas

- Jumat, 4 Juni 2021 | 15:40 WIB
Galon Isi Ulang/Foto Istimewa
Galon Isi Ulang/Foto Istimewa

Ketua JPKL Roso Daras mengatakan, pada Maret 2021, JPKL mengirimkan sampel beberapa galon isi ulang yang kemasannya mengandung BPA, sesuai permintaan BPOM. Galon tersebut diperoleh dari mata rantai distribusi AMDK galon isi ulang.

Selanjutnya, galon tersebut dikirim ke Tuv Nord Laboratory Service untuk dianalisis kadar migrasi BPA. Analisis tersebut dilakukan selama 25 hari menggunakan parameter BPA Metode SNI 7626-1:2017.

Baca Juga: PPP Dorong 2 Paslon Ikut Terlibat di Pilpres 2024, Arsul Sani Beberkan Alasannya

Roso menambahkan, hasil analisis tersebut cukup mengejutkan. Penelitian menunjukkan, tingkat migrasi BPA pada sampel galon isi ulang berkisar antara 2 hingga 4 parts per million (ppm). Dok. JPKL -

“Padahal, batas toleransi yang diizinkan BPOM adalah 0,6 ppm atau babak per juta (bpj). Ini benar-benar skandal. Pihak yang menganalisis migrasi BPA ini adalah laboratorium berskala internasional yang kredibel dan independen," ujar Roso.

Menanggapi JPKL, TUV mengakui bahwa sampel yang digunakan untuk uji lab itu berasal dari customer, dalam hal ini JPKL, yang kemungkinan tidak mewakili yang ada di pasaran.

“Kita hanya terima saja permintaannya. Galonnya dari mereka. Kita juga tidak tahu galon itu sudah mereka apakan atau apa, kita juga tidak tahu. Kita hanya menerima sampel galon itu saja. Jadi tidak mewakili galon-galon yang ada di pasaran juga. Mungkin begitu,” kata Asisten Manajer Sales TÜV NORD Indonesia Laboratories, Angga, Kamis (20/5).

Baca Juga: KM Barokah Jaya Kecelakaan di Perairan Subang, 1 ABK Hilang, 12 Berhasil Selamat

Dia mengatakan TUV itu hanya lab independen yang menganalisa sampel atas permintaan para customer dan bukan lembaga yang melakukan penelitian.  

“Jadi, kalau penelitiannya bukan kita yang melakukan. Kita hanya menganalisa saja si produk galon guna ulang tersebut. Sampelnya itu dari yang meminta kita untuk melakukan uji lab. Jadi, sampelnya bukan dari kita juga tapi dari customer,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X