Soal Uji Lab BPA Galon Guna Ulang, Kemenperin Anggap Isu Tidak Jelas

- Jumat, 4 Juni 2021 | 15:40 WIB
Galon Isi Ulang/Foto Istimewa
Galon Isi Ulang/Foto Istimewa

 JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Perindustrian menggangap isu yang hingga saat ini digulirkan Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) terkait bahaya kandungan Bisfenol A (BPA) dalam galon guna ulang sebagai isu yang tidak jelas. Kemenperin menegaskan tetap mendukung hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal ini disampaikan  Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar. Edy Sutopo, Kamis (21/5), saat dimintai tanggapannya terhadap hasil temuan baru soal kandungan BPA galon guna ulang yang dipublikasi JPKL baru-baru ini.

Baca Juga: KM Barokah Jaya Kecelakaan di Perairan Subang, 1 ABK Hilang, 12 Berhasil Selamat

“Pada tanggal 8 Februari 2021 lalu, kami diundang rapat oleh BPOM bersama instansi terkait. Menurut info dari BPOM pada rapat tersebut bahwa kandungan BPA dalam galon guna ulang yang dilakukan oleh BPOM dalam batas deteksi 0,001 bpj. Jadi, masih tidak terdeteksi membahayakan,” ujarnya.

Artinya, kata Edy, meski masih ada perbedaan hasil uji baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri, tapi semua hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada kasus yang mencolok dari penggunaan galon guna ulang ini. 

Untuk itu, dia mengajak agar semua pihak termasuk JPKL, lebih fokus saja kepada upaya-upaya pemulihan ekonomi dalam menghadapi pandemi saat ini.   

Baca Juga: Harga Kedelai Impor Tinggi, Tempe Tahu Alami Penyesuaian Harga

“Akan lebih bijaksana kalau kita lebih fokus ke upaya pemulihan ekonomi menghadapi pandemi ini daripada membahas isu yang masih belum jelas betul persoalannya, sambil menunggu perkembangan pengujian dan kajian yang lebih komprehensif oleh lembaga-lembaga internasional yang berkompeten,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, JPKL kembali mendesak BPOM untuk mengeluarkan label peringatan konsumen pada kemasan galon isi ulang yang mengandung Bisfenol A (BPA).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Darurat Bisnis Hotel

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:27 WIB

Komunikator

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:17 WIB

Plasma Konvalesen Bukan Satu-Satunya Solusi

Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:07 WIB
X