Pimnas PPI Dukung Penguatan Pertahanan Negara dengan Penyediaan Alutsista

- Jumat, 4 Juni 2021 | 14:15 WIB
Pimnas PPI. (suaramerdeka.com/Prajtna Lydiasari) (Prajtna Lydiasari)
Pimnas PPI. (suaramerdeka.com/Prajtna Lydiasari) (Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pimpinan Nasional (Pimnas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mendukung penguatan pertahanan negara dengan penyediaan alutsista yang semakin modern dan mencukupi.

Sehingga TNI makin mampu berperan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Hal tersebut terkait dengan pemberitaan tentang rencana pemerintah untuk mengadakan alutsista dengan anggaran 1,7 kuadriliun.

Baca Juga: Kelompok Disabilitas Diharap Tingkatkan Ekonomi Usai Divaksin

"Namun demikian, pengadaan dan penyediaan alutsista seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan nyata berdasarkan realitas di lapangan (berdasarkan matra darat, laut dan udara) dan kemampuan keuangan negara," ujar anggota Pimnas PPI, Andy Soebjakto melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Juni 2021.

Andy mengungkapkan bahwa seyogyanya pengadaan dan penyediaan alutsista tidak jor-joran, apalagi dengan mengandalkan utang.

Beban utang negara saat ini pun sudah sangat besar, dan akan makin menambah beban keuangan negara jika ditambah utang untuk pengadaan alutsista dalam jumlah besar, yang pada akhirnya menjadi beban rakyat.

Baca Juga: Kementerian PUPR Terus Rehabilitasi Gedung Usai Gempa Bumi Sulbar

"Pengadaan alutsista harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal-hal yang berpotensi menimbulkan pertanyaan tentang potensi penyimpangan dan perburuan rente (rent seeking) harus sejauh mungkin dihindari," ungkapnya.

Selain itu, potensi munculnya kebocoran harus ditutup sedini mungkin dan sebaik mungkin.

Tindakan kebijakan yang mengundang kecurigaan publik justru bisa konterproduktif bagi citra pemerintah.

Pimnas PPI juga mendesak pemerintah untuk secara sungguh-sungguh memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

Alutsista yang bisa diproduksi di dalam negeri, misalnya di PT. PAL atau PT. Pindad, tidak perlu diimpor dari luar negeri.

"Dukungan riset dan pengembangan untuk industri pertahanan dalam negeri harus ditingkatkan, baik dari segi anggaran maupun kebijakan. Dengan demikian ketergantungan terhadap impor makin berkurang, bahkan bisa melakukan ekspor ke negara-negara lain," tambah Sekretaris Jenderal PPI, Gede Pasek Suardika.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

X