Kebijakan Naik BRT Bayar dengan Botol Kosong Dinilai Pakar Malah Tambah Sampah Plastik

- Jumat, 4 Juni 2021 | 13:08 WIB
BRT Trans Semarang. (transsemarang.semarangkota.go.id) (Cun Cahya)
BRT Trans Semarang. (transsemarang.semarangkota.go.id) (Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemkot Semarang mulai 8 Juni 2021 akan memberlakukan warga yang hendak naik BRT Trans Semarang dapat membayar tiket keberangkatan dengan menggunakan botol plastik.

Kebijakan tersebut diberlakukan hingga 6 Juli mendatang dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup yang diperingati pada 5 Juni 2021.

Pengumuman itu diposting Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi lewat aku instagramnya, @hendrarprihadi . Dalam postingan tersebut juga dituliskan "nilai" penukaran dari botol plastik, yaitu:

1 galon air minum = 2 tiket BRT Trans Semarang.

3 botol air minum 1,5 liter = 1 tiket BRT Trans Semarang.

5 botol air minum 600 ml = 1 tiket BRT Trans Semarang.

7 botol air minum 330 ml = 1 tiket BRT Trans Semarang.

10 gelas plastik 220 ml = 1 tiket BRT Trans Semarang.

Baca Juga: Wali Kota Semarang Terkejut Jam Kerja Kelurahan Bambankerep Masih Kosong

Menurut Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno kebijakan itu sebenarnya sudah pernah diterapkan di Surabaya namun praktik itu dikritik karena akan menambah penggunaan minuman botol plastik di masyarakat.

"Pengguna bus Trans Semarang yang tidak punya botol plastik, harus beli minuman botol plastik, artinya turut menambah sampah plastik," katanya, Jumat 4 Juni 2021.

Menurutnya kebijakan ini juga tidak sejalan dengan kampanye mengurangi sampah plastik seperti yang sudah dilakukan di beberapa pemerintahan yang mengganti botol plastik dengan botol kaca.

Baca Juga: Bulan Dana PMI untuk Penanganan Covid-19

"Lebih baik melakukan kebijakan tidak boleh menggunakan minuman botol plastik, otomatis akan menurunkan sampah botol plastik. Dapat dimulai di kantor Pemkot Semarang tidak menggunakan minuman botol plastik," ungkapnya.

Mengenai botol plastik yang terkumpul akan dilakukan daur ulang, Djoko mengatakan sampai sejauh mana kemampuan daur ulang tersebut yang sudah dilakukan dengan peningkatan pembelian minuman botol plastik.

Diberitakan sebelumnya, plastik yang sudah terkumpul nantinya akan diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Dikutip dari laman DLH Kota Semarang, sampah juga bisa dijadikan bisnis, bisnis limbah plstik di Semarang sangat bermanfaat bagi masyarakat kota Semarang.

Sampah plastik ini bisa didaur ulang menjadi benda-benda yang bermanfaat.

Contohnya seperti dibikin menjadi tas, keranjang dan lain sebagainya.

Tentu saja dengan memanfaatkan limbah plastik hal ini memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat akan berkembang dengan baik.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X