Yuk, Mengenal Tiga Jenis Gerhana Bulan

- Rabu, 17 November 2021 | 10:47 WIB
ilustrasi gerhana bulan sebagian  (Unsplash.com/Zoltan Tasi )
ilustrasi gerhana bulan sebagian (Unsplash.com/Zoltan Tasi )

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peristiwa Bulan">Gerhana Bulan sudah kerap terjadi di Indonesia, dan pada tanggal 19 November 2021 akan terjadi Bulan">Gerhana Bulan Sebagian.

Bagaimana peristiwa Bulan">Gerhana Bulan bisa terjadi?

Selain itu Bulan">Gerhana Bulan terdapat tiga jenis, apa saja?

Baca Juga: Prospek Persediaan Ketat di Seluruh Dunia Dorong Harga Minyak Beragam

Bulan">Gerhana Bulan terjadi saat Bulan sedang beroposisi dengan Matahari. Namun, karena kemiringan bidang orbit Bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°,[2] maka tidak setiap oposisi Bulan dengan Matahari akan mengakibatkan gerhana bulan.

Perpotongan bidang orbit Bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan dua buah titik potong yang disebut node, yaitu titik tempat Bulan memotong bidang ekliptika.

Bulan">Gerhana Bulan akan terjadi saat Bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya.

Baca Juga: Vaksinasi Dosis Kedua Indonesia Capai 40 Persen Populasi, Lampaui Target WHO

Maka seharusnya, Bulan">Gerhana Bulan akan diikuti dengan Gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan Bumi.

Pada peristiwa Bulan">Gerhana Bulan, sering kali Bulan masih dapat terlihat. Hal ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah Bulan oleh atmosfer Bumi dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X