Tantangan Vaksinasi Covid-19 Global

Red
- Jumat, 4 Juni 2021 | 01:10 WIB
SM/dok - Sugeng Ibrahim (b01m)
SM/dok - Sugeng Ibrahim (b01m)

ANALISIS

Oleh Sugeng Ibrahim

SAMPAI penghujung Mei 2021, total kasus Covid-19 dunia mencapai 165 juta dengan angka kematian tercatat 3,5 juta jiwa. Kebutuhan dosis vaksin untuk mencapai cakupan 70 % populasi penduduk dunia adalah 11 miliar . Dengan total produksi berbagai vaksin sejauh ini hanya 1,7 miliar, maka terdapat 85 % kekurangan.

Tantangan dan keprihatinan atas kondisi diatas setidaknya mencakup 4 hal yakni kurangnya penyediaan atau suplai, jurang akses terhadap negara berkembang/miskin, ketidakseimbangan cakupan, dan distribusi logistk.

Asumsi herd immunity 70 % populasi, dunia membutuhkan 11 miliar dosis vaksin Covid-19 , dengan anggapan keseimbangan distribusi antar-semua negara di dunia. Dengan rerata puncak produksi seluruh vaksin Covid-19 di dunia hanya sebesar 1,7 miliar dosis, kekurangan 9,3 miliar dosis memunculkan keprihatinan ìkanibalismeî antara negara dengan ekonomi maju dan negara-negara berkembang, apalagi negara miskin. Belum lagi keprihatinan atas maraknya Emergency Usage Authorization (EUA) atas penggunaan vaksin yang diuji klinik terburu-buru, sebuah keadaan terpaksa yang tidak mungkin dihindari.

Negera-negara dengan GDP diatas 20.000 dolar AS, dengan cepat mencapai 50 dosis vaksin Covid-19 per 100 warganya. Bahkan Israel, AS, dan Inggris sudah mencapai 70/100 populasi warganya. Negara-negara berkembang dan miskin, masih berkutat dengan akses dan komitmen untuk mendapatkan vaksin Covid-19 berbagai merek produsen.

Saat setiap negara di dunia berlomba untuk mendapat akses pertama atas kebutuhan vaksinnya, tak bisa dihindari ìkanibalismeî antarnegara. Negara-negara kaya telah mengamankan miliaran dosis vaksin Covid- 19, sementara negara berkembang dan miskin sedang berjuang memperoleh akses/ komitmen penyediaannya. Ketika berbagai jenis vaksin Covid-19 dikembangkan dan disetujui penggunaannya, para pemimpin negara (negara maju) menghadapi pilihan sulit, mendahulukan negaranya atau dunia?

Sebanyak 27 negara terkaya di dunia, telah mengamankan 32,5 % dosis kebutuhan vaksin dunia, untuk negaranya masing- masing. Padahal akumulasi jumlah populasi mereka hanya 10,5 % populasi dunia. Ironi yang tak terhindarkan.

Bahkan di AS sekalipun, sebagai sebuah risiko bentuk negara serikat, terjadi ketidakmerataan cakupan vaksinasi-Covid-19. Negara bagian kaya di timur laut dan utara, serta Texas dan pantai barat, cakupan dosisnya sudah mencapai atau mendekati 100.000 dosis/hari. Berbeda jauh dengan negara-negara bagian di maindland pedalaman dan selatan (kecuali Florida).

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

X