Generasi Milenial dan Pancasila

Red
- Jumat, 4 Juni 2021 | 00:30 WIB
SM/dok - Dwi Nuryanto Ahmad (b01m)
SM/dok - Dwi Nuryanto Ahmad (b01m)

  • Oleh Dwi Nuryanto Ahmad

GENERASI milenial adalah generasi yang dilahirkan di era 1990-an, di mana pada masa kelahiran generasi ini teknologi sudah banyak digunakan dalam segala aspek kehidupan. Sebagai contoh di berbagai kantor pemerintah pada dekade tersebut sudah menggunakan sistem komputerisasi dalam pelayanan.

Di sekolah dan kampus pun komputerisasi sudah digunakan untuk proses pelayanan perpustakaan dan sistem pendaftaran siswa baru. Kekhasan dari generasi ini adalah terbuka dalam arti halhal baru yang menjadi tren terkini akan mudah diterimanya. Seperti halnya munculnya budaya dari luar negeri mulai dari model rambut, pakaian, dan aksesoris beraneka macam yang kadang tidak sejalan dengan budaya kita akan diterima dengan terbuka.

Generasi milenial sangat menyukai hal-hal yang bersifat kebaruan dan segera meniru atau mencobanya. Pengakuan eksistensi atas dirinya merupakan kebanggan dari generasi ini, sehingga sekarang ini muncul fenomena bagaimana para generasi millenial banyak dan beramai-ramai memiliki ruang ajang kreativitas mereka di dunia maya, seperti para youtuber ataupun blogger yang dengan bebas mereka menyampaikan ide dan menampilkan hobi, bakat, dan kesukaan mereka.

Di era globalisasi dengan ciri dunia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu atau yang dikenal dengan dunia maya secara langsung maupun tidak langsung banyak ideologi asing yang gencar menerpa masyarakat Indonesia. Hal ini terkadang tidak disadari oleh masyarakat kita khususnya para milenial, bahkan mereka banyak yang menganggap bahwa nilai-nilai dan ideologi asing justru menjadi pandangan hidupnya yang lebih modern seperti materialisme, hedonisme, konsumerisme.

Kerapkali mereka mengagungkan materi atau benda-benda yang dimilikinya atau diidamkannya ditampilkan atau dipamerkannya melalui dunia maya. Tanpa disadari pun akhirnya para milenial terbawa dalam mengukur parameter keberhasilan seseorang dari sudut materi yang dimilikinya sehingga nilai-nilai kemanusian kadang terabaikan.

Nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah serta tidak pernah ketinggalan zaman, namun penerapan nilai-nilai Pancasila terlihat sudah mulai luntur, yang diakibatkan pengaruh kemajuan teknoogi dan arus globalisasi yang sangat mudah sekali diterima oleh para milenial tanpa terbatas ruang dan waktu.

Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila saling terkait sehingga apabila satu nilai Pancasila diamalkan, maka nilai sila-sila yang lain akan terlaksana sehingga berfungsi sebagai filter untuk menyaring pengaruh buruk dari luar agar tidak masuk kedalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada generasi milenial.

Dikemas Kekinian

Dalam menanamkan nilainilai Pancasila pada generasi milenial tidak bisa dengan cara memaksa dan kaku, melainkan harus bisa memahami suasana kebatinan anak muda sekarang dan mengantarkannya dengan cara yang menarik.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Liga Spanyol: Barcelona Menang 3-1 di Kandang Villarreal

Minggu, 28 November 2021 | 05:26 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X