Prospek Persediaan Ketat di Seluruh Dunia Dorong Harga Minyak Beragam

- Rabu, 17 November 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Prospek persediaan yang ketat di seluruh dunia diimbangi oleh perkiraan peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang mendorong harga minyak beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Beragamnya harga minyak juga tak lepas dari kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus Covid-19 di Eropa.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah berjangka Brent menguat 38 sen atau 0,5 persen, menjadi 82,43 dolar AS per barel.

Sementara untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 12 sen atau 0,2 persen, menjadi 80,76 dolar AS per barel.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengancam, Perkembangan Alat Deteksi Dini Longsor Justru Mandek

"Pasar minyak akan tetap ketat dalam jangka pendek, yang seharusnya mendukung harga," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch.

Kembalinya permintaan ke tingkat sebelum pandemi disebut Kepala Eksekutif Trafigura Group Jeremy Weir menyebabkan ketatnya pasar minyak global.

Produksi minyak dari cekungan Permian Texas diperkirakan mencapai rekor 4,953 juta barel per hari (bph) pada Desember.

Stok minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat untuk minggu keempat berturut-turut, dengan analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan peningkatan sekitar 1,4 juta barel pekan lalu.

Baca Juga: Permasalahan Fintech Ilegal: Moratorium Tidak Menyelesaikan, Perlu Literasi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X