Cuaca Ekstrem Mengancam, Perkembangan Alat Deteksi Dini Longsor Justru Mandek

- Rabu, 17 November 2021 | 09:12 WIB
Warga dibantu petugas dari BPBD, TNI, dan Polri melakukan evakuasi material longsor di Desa Glapansari. (suaramerdeka.com/dok)
Warga dibantu petugas dari BPBD, TNI, dan Polri melakukan evakuasi material longsor di Desa Glapansari. (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul datangnya musim hujan yang tak jarang menghadirkan kondisi ekstrem yang berujung bencana saat ini, teknologi sistem peringatan dini longsor yang sempat mencuat justru tak berkembang.

Menurut Peneliti Gerakan Tanah Pusat RiseAku Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Adrin Tohari, penggunaan teknologi pendeteksi longsor tersebut "cenderung" kambuhan.

Artinya, bisa ramai-ramai segera digunakan saat ada perintah dari pejabat tinggi, namun langkah itu cenderung terdorong karena kejadian yang luar biasa yang sifatnya menghentak sehingga menggugah kesadaran, kendati kemudian seperti cenderung sesaat.

"Jadi penggunaan EWS longsor ini masih sangat terbatas, dan dilakukan ketika ada kejadian bencana hebat, ini pun setelah ada instruksi Presiden keluar atas bencana tersebut (misalnya)," tandasnya, Selasa 16 November 2021.

Baca Juga: Permasalahan Fintech Ilegal: Moratorium Tidak Menyelesaikan, Perlu Literasi

Dengan pendekatan seperti itu, kondisi tersebut menunjukan bahwa pemerintah pusat dan daerah belum sepenuhnya mempunyai political will untuk menggunakan teknologi peringatan dini (EWS longsor).

Produk-produk tersebut yang merupakan karya anak bangsa sebenarnya sudah banyak tersedia saat ini. Hanya saja, dalam praktiknya, pemerintah pun terkesan hanya menggunakan segelintir produk saja.

Secara tidak langsung kondisi itu juga tak menguntungkan karena tidak adanya kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sejenis karena kecenderungan pemakaian pada merek-merek tertentu saja.

Di luar itu, adalah persoalan prioritas penanganan sehingga keberpihakan terhadap pengembangan teknologi deteksi dini gerakan tanah itu ikut tersendat.

Baca Juga: Pengurus MGMP PAI SMA Jawa Tengah Dikukuhkan, Diharap Jadi Pelayan Baik untuk Masyarakat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X