SUTET Sepanjang 227 Km Dioperasikan, Perkuat Sistem Kelistrikan Jawa Bali

- Kamis, 3 Juni 2021 | 15:00 WIB
PEMELIHARAAN KONDUKTOR: Personel yang tergabung dalam Tim PDKB PT PLN UPT Semarang sedang melakukan pemeliharaan elemen konduktor pada Tower 396 Fasa T Sutet Ungaran-Pemalang I yang berlokasi di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. (suaramerdeka.com / dok)
PEMELIHARAAN KONDUKTOR: Personel yang tergabung dalam Tim PDKB PT PLN UPT Semarang sedang melakukan pemeliharaan elemen konduktor pada Tower 396 Fasa T Sutet Ungaran-Pemalang I yang berlokasi di Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Dua proyek strategis nasional bidang energi di Jateng dioperasikan. Kedua proyek tersebut adalah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) bertegangan 500 kilo volt (kV) PLTU Tanjung Jati B – Pemalang (Batang) dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Batang.

Menurut General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Octavianus Duha, kedua infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berfungsi untuk mengevakuasi daya dari pembangkit-pembangkit berkapasitas besar di Pulau Jawa yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang berkapasitas 2x1000 Mega Watt (MW), PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 yang berkapasitas 2x1000 MW.

"Infrastruktur transmisi dan gardu induk itu diharapkan dapat semakin meningkatkan keandalan dan kapasitas pasokan listrik serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah utara Pulau Jawa," katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (3/6).

Baca Juga: Tahun Ini BMW Siap Produksi Mobil Listrik iX dan i4

Dijelaskan, SUTET 500 kV PLTU Tanjung Jati B - Pemalang (Batang) itu membentang sepanjang 2 x 227,81 kilometer sirkuit dari PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Ungaran, sampai dengan GITET 500 kV Batang. Sutet itu ditopang 545 tower dan 1 Low Level Gantry.

Sedangkan GITET 500 kV Batang dengan kapasitas 1.120 Mega Volt Ampere (MVA) terletak di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Kehadirannya akan semakin meningkatkan keandalan tegangan sistem backbone 500 kV pulau Jawa dan juga menambah kapasitas pasokan listrik SUTET Jalur Utara Pulau Jawa yang membentang dari GITET Tanjung Jati B sampai GITET Cibatu Baru dan Deltamas.

Dengan memberikan tegangan perdana energize dan pengoperasian proyek-proyek strategis itu, PLN menyebut infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berpotensi menghemat hampir Rp 20 miliar per hari. Dalam pembangunannya, sebanyak 3.500 tenaga kerja lokal terlibat dalam pengerjaan.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2022: Timnas Siap Lawan Thailand

"Dengan proyek infrastruktur ini, kelistrikan Jawa-Bali semakin terjaga, kapasitas juga meningkat dan semakin andal. Lebih dari itu, bisa mendukung program pemerintah terkait pengembangan investasi," kata Duta.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X