Bappenas, Kementerian PUPR dan Kemenkeu Sinkronkan Perencanaan dan Anggaran

- Rabu, 2 Juni 2021 | 09:00 WIB
RAPAT: Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Rapat Pembahasan Tiga Pihak bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. (dok Bappenas)
RAPAT: Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Rapat Pembahasan Tiga Pihak bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR. (dok Bappenas)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Rapat Pembahasan Tiga Pihak bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ini dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto 1-4, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Senin (31/5).

Sejumlah agenda penting dibahas dalam rapat tersebut, utamanya peran Kementerian PUPR dalam mendukung pelaksanaan Major Project Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Anak Kejahatan Luar Biasa, Penanganannya Juga Harus Luar Biasa

Di antaranya pengembangan Kawasan Industri dan Smelter, Daerah Pariwisata Prioritas, Food Estate, Reformasi Sistem Kesehatan Nasional, dan Pembangunan Ibu Kota Negara.

Sebagai Clearing House pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas melaksanakan Rapat Tiga Pihak tersebut untuk melaksanakan sinkronisasi alokasi anggaran Kementerian PUPR dalam pencapaian target dan penyelesaian isu strategis pelaksanaan Major Project.

“Kita bahas pekerjaan yang prioritas, misalnya Jembatan Batam-Bintan dan kemudian sisa jalan tol yang ke Sumatra, kemudian dan beberapa hal yang kita highlight, jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya, jalan perbatasan Kalimantan, tujuh bendungan di Nusa Tenggara Timur, revitalisasi Danau Tondano dan Danau Limboto, Sistem Penyediaan Air Minum Regional Umbulan, dan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, pekerja, ASN, TNI, dan Polri,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Baca Juga: Penerima Bansos Tidak Perlu Takut, Cek Saldo dan Tarik Tunai Tanpa Dikenakan Biaya

Kementerian PUPR berperan penting dalam pencapaian sasaran pembangunan nasional, termasuk melalui pelaksanaan sejumlah Major Project infrastruktur, di antaranya Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (Aceh-Lampung), Jalan Trans 18 Pulau 3T, Jalan Trans Papua.

Lalu, 18 Waduk Multiguna, Pengamanan Pesisir Lima Perkotaan Pantura Jawa, Rumah Susun Perkotaan (1 Juta), Akses Air Minum Perpipaan (10 Juta Sambungan Rumah), serta Akses Sanitasi (Air Limbah Domestik) Layak dan Aman (90 persen Rumah Tangga).

Rapat Pembahasan Tiga Pihak yang juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Keuangan tersebut juga membahas beberapa isu strategis pelaksanaan Major Project infrastruktur.

Baca Juga: Penggunaan Vaksin Sinovac Buatan China Disetujui WHO

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X