Kekerasan Seksual Anak Kejahatan Luar Biasa, Penanganannya Juga Harus Luar Biasa

- Rabu, 2 Juni 2021 | 08:36 WIB
Ilustrasi kekerasan. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi kekerasan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Salah satu ancaman serius bagi bangsa Indonesia adalah praktik kekerasan terutama seksual kepada anak yang dilakukan oleh orang dewasa.

Ancaman ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah salah satunya dengan menetapkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa sehingga penanganannya juga harus luar biasa.

Oleh karena itu, penanganan dan tindakan hukum atas segala bentuk kekerasan terhadap anak oleh lembaga dan aparat penegak hukum dituntut untuk cepat, responsif, proporsional, dan mengedepankan hak-hak anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Baca Juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 5.360 Orang, Total Tembus 1.674.479

Anggota DPD RI Fahira Idris mengingatkan kepada semua pihak, baik aparat dan lembaga penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, kehakiman) maupun masyarakat luas bahwa saat ini Indonesia sudah mempunyai perangkat aturan yang sangat tegas terhadap kekerasan seksual terhadap anak.

Oleh karena itu, siapa saja di negeri ini harus sudah memandang bahwa setiap kekerasan terutama seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa yang harus diberantas dan ‘perangi’ bersama.

“Saya ingin mengingatkan kembali kepada kita semua, baik kepada aparat dan lembaga penegak hukum maupun seluruh masyarakat bahwa UU Perlindungan Anak sudah menyatakan bahwa kekerasan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa,” ,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen Senayan Jakarta.

Baca Juga: Ini Besaran Gaji Abdee sebagai Komisaris Independen Telkom hingga Addie MS Berharap Jabatan

Oleh karena itu, kata dia, penanganan dan tindakan hukum atas segala bentuk kekerasan terhadap anak juga harus luar bisa dan harus mengedepankan hak-hak anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

“Pesan ini saya sampaikan karena belakangan ini terjadi beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak salah satunya dugaan pemerkosaan terhadap remaja putri di Bekasi yang saat ini pelakunya sudah menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang,” tambahnya.

Menurut Fahira, sejak diterbitkannya UU Nomor 17 tahun 2016, sudah banyak pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang mendapat hukuman di atas 10 tahun bahkan di antaranya mendapat hukuman tambahan kebiri kimia karena dinilai menjadi predator seksual anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Amunisi untuk ‘perang’ terhadap predator seksual anak semakin lengkap saat Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun .

Bagi Fahira, PP ini adalah salah satu bentuk penegasan dari komitmen bangsa ini yang telah menetapkan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa.

Tinggal bagaimana komitmen Pemerintah untuk 'memerangi' kekerasan seksual terhadap anak dan para predator seksual anak ini dikawal bersama lewat penegakkan hukum yang penanganannya juga luar bisa dan yang juga penting adalah mengutamakan hak-hak korban terutama pemenuhan hak pemulihan bagi korban dan keluarganya.

“Lewat penegakkan hukum yang luar biasa terhadap setiap kasus kekerasan seksual terhadap anak dan dalam prosesnya mengedepankan hak-hak anak yang menjadi korban, artinya kita mengirim pesan kepada siapa saja bahwa tidak ada tempat di negeri bagi siapapun yang berani melakukan kekerasan seksual terhadap anak,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X