Kekerasan Seksual Anak Kejahatan Luar Biasa, Penanganannya Juga Harus Luar Biasa

- Rabu, 2 Juni 2021 | 08:36 WIB
Ilustrasi kekerasan. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi kekerasan. (suaramerdeka.com / dok)

Menurut Fahira, sejak diterbitkannya UU Nomor 17 tahun 2016, sudah banyak pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang mendapat hukuman di atas 10 tahun bahkan di antaranya mendapat hukuman tambahan kebiri kimia karena dinilai menjadi predator seksual anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Amunisi untuk ‘perang’ terhadap predator seksual anak semakin lengkap saat Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun .

Bagi Fahira, PP ini adalah salah satu bentuk penegasan dari komitmen bangsa ini yang telah menetapkan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa.

Tinggal bagaimana komitmen Pemerintah untuk 'memerangi' kekerasan seksual terhadap anak dan para predator seksual anak ini dikawal bersama lewat penegakkan hukum yang penanganannya juga luar bisa dan yang juga penting adalah mengutamakan hak-hak korban terutama pemenuhan hak pemulihan bagi korban dan keluarganya.

“Lewat penegakkan hukum yang luar biasa terhadap setiap kasus kekerasan seksual terhadap anak dan dalam prosesnya mengedepankan hak-hak anak yang menjadi korban, artinya kita mengirim pesan kepada siapa saja bahwa tidak ada tempat di negeri bagi siapapun yang berani melakukan kekerasan seksual terhadap anak,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LRT Kecelakaan di Cibubur, Diduga Human Error

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:52 WIB
X