Soal Ibu Kota Negara, Erick Thohir Beberkan 2 Teori Atasi Pertambahan Jumlah Penduduk

Ant
- Selasa, 1 Juni 2021 | 20:10 WIB
Erick Thohir (Foto Istimewa)
Erick Thohir (Foto Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir menanggapi rencana Ibu Kota Negara atau IKN yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan penambahan penduduk Indonesia yang terus terjadi.

"Saya salut kepada bapak Presiden Joko Widodo mengenai Ibu Kota Baru, Kenapa? Penambahan jumlah penduduk Indonesia sangat cepat. 50 juta penambahan penduduk di Indonesia mau ke mana? Mau ke Jakarta lagi? Mau ke Bandung lagi atau kota besar lainnya? Tidak bisa!" ujar Erick Thohir seperti dikutip dari Antara, Selasa (1/6).

Ada dua teori terkait upaya untuk mengatasi pertambahan jumlah penduduk tersebut yang dilakukan oleh dua negara berbeda.

Baca Juga: Airlangga : Kader Golkar Harus Bisa Jadi Role Model Perwujudan Pancasila

Pertama, Amerika Serikat, bagaimana kota-kota kecil dan desa-desa di negara itu ditumbuhkan ekonominya. Kampus Columbia University sendiri berdiri di sebuah desa atau kota kecil, bukan di kota besar.

Sementara, China memiliki cara lain yaitu membangun kota-kota baru di negaranya.

Menurut Erick, kedua cara ini adalah pilihan.

Lalu apakah Indonesia harus seperti China yang gencar membangun semua ibu kota baru dan kota-kota baru? Indonesia belum tentu kuat dalam hal anggarannya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kebumen Naik 100 Persen, Kafe dan Supermarket Dibatasi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Susi Pudjiastuti Juga Tanggapi Soal Pungli

Sabtu, 12 Juni 2021 | 14:26 WIB
X