Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas di Nusa Tenggara Timur Perlu Sinergi

Red
- Selasa, 1 Juni 2021 | 19:02 WIB
Siswa SDN Rejodani Ngaglik Sleman mengerjakan soal ASPD, Senin (24/5). (SM/Dok)
Siswa SDN Rejodani Ngaglik Sleman mengerjakan soal ASPD, Senin (24/5). (SM/Dok)

KUPANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memprioritaskan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) dengan akselerasi berbagai program anak usia dini melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dan dalam mendorong peningkatan layanan PAUD yang berkualitas di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kemendikbudristek menggandeng Barnfonden, sebuah organisasi nonpemerintah dari Swedia yang berfokus kepada isu anak (anggota aliansi dari ChildFund).

Kerja sama yang dikemas dalam proyek bertajuk Penguatan Masyarakat Sipil dan Akuntabilitas Sosial untuk Peningkatan Akses Layanan PAUD Ramah Anak yang Inklusif dan Berkualitas yang dilaksanakan di  Kabupaten Kupang, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini diinisiasi sejak Juni 2018 dan berakhir pada Mei 2021.

Baca Juga: Roller Jateng Akan Gunakan Roda Buatan Amerika Serikat saat Berlaga di PON Papua

Program yang dikenal dengan nama “Program PAUD Ramah Anak” ini telah menuntaskan misinya dan hasilnya disampaikan dalam lokakarya yang bertajuk “Dampak dan evaluasi atas sebuah proyek kolaborasi” yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) di Kupang, (25/5),

Koordinator Bidang Penilaian, Direktorat PAUD,  Lestari Kusumawardani, dalam sambutannya mewakili Direktur Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen menyampaikan apresiasi dengan terlaksananya lokakarya, karena sejatinya pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, namun juga menjadi tugas dari keluarga dan masyarakat.

“Dan kalau memang nanti hasilnya baik, praktik-praktik baik yang akan disampaikan mungkin teman-teman dari Kupang atau daerah-daerah lain yang menjadi uji coba, mungkin hal-hal yang baik kami akan coba untuk menjadikan contoh  untuk yang lain juga,” pungkasnya.

Baca Juga: Pancasila dan Islam Sejalan, Gus AMI : Harus Kembali Jadi Muatan Wajib di Sekolah

 Dalam kesempatan yang sama Program Manager Perwakilan Kantor Uni Eropa, Destriani Nugroho, menyambut baik kegiatan lokakarya yang dilaksanakan.

“Murid-murid ini juga memiliki aspek psikomotorik yang baik, mampu bersosialisasi dan mampu bekerja sama dengan sesama temannya, memiliki kemampuan berkonsentrasi dan kesabaran, memiliki rasa hormat kepada orang tua sejak dini, dan masih banyak lagi manfaat pendidikan PAUD,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Rapat Ini Jadi Penentu Lahirnya Sumpah Pemuda

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:25 WIB

Baznas Jateng Bantu Alat Dakwah Virtual

Senin, 25 Oktober 2021 | 04:56 WIB
X