Covid-19 Naik, Bupati Semarang: PAT PAUD SD SMP Wajib Daring

- Selasa, 1 Juni 2021 | 17:43 WIB
Tenaga medis yang disiagakan pada pos pelayanan vaksin di GOR Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang sedang melakukan skrining kesehatan terhadap staf OPD yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua, baru-baru ini.
Tenaga medis yang disiagakan pada pos pelayanan vaksin di GOR Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang sedang melakukan skrining kesehatan terhadap staf OPD yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua, baru-baru ini.

UNGARAN, suaramerdeka.com - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menegaskan bila pelaksanaan penilaian akhir tahun (PAT) untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat baik negeri maupun swasta di Kabupaten Semarang wajib dilaksanakan dengan cara daring.

Instruksi itu diambil setelah Bupati Ngesti Nugraha bersama Satgas Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang menggelar rapat koordinasi, Senin (31/5).

“Kemarin kita sudah rapat, yang intinya mengevaluasi, monitoring perkembangan Covid-19 ini. Sekaligus merevisi Instruksi Bupati Semarang Nomor 12 Tahun 2021,” kata Bupati Ngesti Nugraha, Selasa (1/6).

PAT daring, menurutnya, ada pengecualian untuk sekolah tertentu yang sinyal selulernya jelek. Apabila dijumpai kriteria sekolah yang dimaksud, maka bisa PAT bisa dilakukan dengan memilih opsi pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca Juga: Kapolri Minta Seluruh Kapolda Waspadai Klaster Baru Serta Kawal Pemulihan Ekonomi

“Tetapi dari pengamatan kami, itu hanya beberapa sekolah saja. Sekolah yang menjalankan PTM karena sinyal seluler jelak, wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan dengan catatan, di lingkungan sekolah tadi tidak ada warga yang terkomfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Kalaupun ada yang positif Covid-19, pilihannya Ngesti Nugraha menginstruksikan bahwa pelaksanaan PAT bisa ditunda dahulu.

Disamping wajib berpedoman pada instruksi tersebut, pihak sekolah juga diwajibkan memperoleh rekomendasi dan izin melaksanakan PTM dari Satgas Covid-19 desa/kelurahan serta izin dari Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Khusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui kegiatan hajatan masyarakat, Pemkab Semarang pada prinsipnya memperbolehkan warga menggelar kegiatan masyarakat itu asalkan jumlah warga yang hadir maksimal 75 orang.

Baca Juga: PKB Wonosobo Targetkan 15 Kursi di DPRD

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X