Partai Golkar dan SOKSI Tidak Bisa Dipisahkan, Seperti Ibu dan Anak

Red
- Selasa, 1 Juni 2021 | 13:28 WIB
Para pengurus SOKSI berfoto bersama. (wartabuana) (wartabuana)
Para pengurus SOKSI berfoto bersama. (wartabuana) (wartabuana)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Dewan Pembina Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Robinson Napitupulu menegaskan, jika kesejarahan antara SOKSI dan Partai Golkar seperti ibu dan anak, tidak bisa dihapuskan.

“Siapapun tidak boleh mengubah sejarah itu, termasuk presiden sekalipun, tidak bisa. Itu sejarah. Waktu itu kita berjuang menyelamatkan negara ini dari bahaya komunis yang ketika itu mengancam eksistensi Pancasila,” paparnya.

Robinson menyebut, pernyataan Ketua Umum  Ahmadi Noor Supit di acara HUT ke-61 di Jakarta pada Kamis (20 Mei 2021) lalu, yang menyebut ormas yang dipimpinnya merupakan ormas independen telah salah ditafsirkan Ketua DPP Golkar Bidang Kerjasama Ormas Sabil Rachman.

Baca Juga: Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang, Guru Honorer SMP 2 Sukses Pentaskan Wayang Kulit

SOKSI seolah-olah akan tidak mau lagi berada di barisan pendukung Partai Golkar.

“Sebagai Ketua DPP Golkar Bidang Kerjasama Ormas, tentunya kenal baik dengan pimpinan SOKSI, dia tak boleh mengeluarkan statement demikian tanpa diawali dengan konfirmasi kepada Pak Supit. Jangan langsung main simpulkan dong. Ini namanya memperkeruh suasana,” ujar Robinson.

Hubungan SOKSI dengan Golkar, seharusnya tak diperkeruh karena mengingat partai telah ditinggalkan Prabowo, Wiranto, Suryo Paloh.

Baca Juga: 4.688 Calon Siswa Ikuti PPDB TA 2021/2022 Kota Magelang, Daya Tampung 3.550 Orang

"Jika begini caranya, saya menduga keterangannya bisa menyesatkan dan membingungkan kader Golkar dan SOKSI, terutama di daerah-daerah yang  tidak sempat mengkonfirmasi ke Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI.

Robinson mengajak semua pihak agar persoalan pribadi antara tokoh-tokoh yang berada di Partai Golkar maupun di SOKSI jangan dibawa ke ranah organisasi.

"Itu tidak bagus dan tidak mendidik. Apalagi jika Partai Golkar ingin menang di Pemilu 2024 nanti. Kemenangan Partai Golkar berarti kesuksesan Airlangga," kata dia.

Sekretaris Dewan Pembina SOKSI Razian Agus Toniman tidak menganggap polemik ini sesuatu yang istimewa.

“Saya sudah ikuti dinamika yang ada setelah pernyataan Pak Supit, Ketum Depinas SOKSI tentang independensi itu. Tidak ada yang istimewa tuh,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X