Peringati Hari Pancasila, Presiden Waspadai Peningkatan Rivalitas Antarideologi

- Selasa, 1 Juni 2021 | 12:52 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan saat peringatan Hari Pancasila. (BPMI Setpres) (Cun Cahya)
Presiden Jokowi memberikan sambutan saat peringatan Hari Pancasila. (BPMI Setpres) (Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 Juni 2021.

Dalam amanatnya,Joko Widodo mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan bangsa Indonesia sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Salah satu tantangan tersebut adalah meningkatnya rivalitas antarideologi.

Baca Juga: Refleksi Hari Pancasila, Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

“Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta-merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antarnilai-nilai, dan rivalitas antarideologi,” katanya, seperti dikutip dari laman presidenri.go.id.

Menurut Joko Widodo, bahwa ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dinilai turut memengaruhi lanskap kontestasi ideologi.

Baca Juga: Calon Jamaah dan Petugas Harus Siap Apapun Terkait Ada Atau Tidak Ada Pelaksanaan Haji 2021

Apalagi saat ini revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara. Ketika konektivitas 5G melanda dunia, maka interaksi antardunia juga akan semakin mudah dan cepat.

Untuk menghadapi semua itu, Presiden menegaskan bahwa perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X