Arab Saudi Belum Kepastian Kuota Jamaah Haji, Menag Siapkan Skenario 1,8 Persen

- Selasa, 1 Juni 2021 | 10:00 WIB
suaramerdeka.com / dok
suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Hingga tenggat waktu berakhir, Pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian jumlah kuota jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1442 H, tahun ini.

Sementara, berdasarkan simulasi Tim Mitigasi Haji Kemenag, batas waktu persiapan penyelenggaraan haji telah melewati batas akhir.

“Berdasarkan simulasi yang kita lakukan, jika jamaah diberangkatkan sebanyak 5 persen saja, maka kita semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 25 Mei 2021. Itu sudah lewat. Bahkan, jika jamaah diberangkatkan hanya 1,8 persen, harusnya kepastian kuota tanggal 28 Mei. Sudah lewat juga,” ungkap Menag saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Gedung Parlemen Senayan, Senin (31/5).

Baca Juga: Keppres 10/2021 tentang Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Ini Isinya

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan jika haji akan diselenggarakan maka akan ada pembatasan ketat terhadap sejumlah ritual ibadah.

Karenanya, Menag meminta calon jamaah maupun petugas haji bersiap menghadapi aturan tersebut.  “Dampak dari penerapan prokes ketat adalah adanya sejumlah pembatasan bagi jamaah dalam menjalani ibadah,” kata Menag.

“Berkaca pada penyelenggaraan umrah awal tahun lalu, pembatasan itu antara lain meliputi larangan Shalat di Hijr Ismail dan berdoa di sekitar Multazam. Shaf saat mendirikan sholat juga diatur berjarak. Ada juga pembatasan untuk sholat jamaah, baik di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” kata Menag.

Baca Juga: Bappenas Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional hingga Prioritas Sektor Kesehatan di 2022

Pembatasan ini, lanjut Menag, diperkirakan akan diterapkan pada prosedur pelaksanaan ibadah saat puncak haji. Baik di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan saat lontar jumrah.

“Termasuk juga saat pelaksanaan umrah wajib dan thawaf Ifadlah. Semua harus dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata Menag.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X