Curah Hujan di Awal April dan Mei Lebih Tinggi Dibandingkan Rata-rata

- Selasa, 1 Juni 2021 | 10:15 WIB
Curah Hujan April Mei Tinggi (Nugroho Wahyu Utomo)
Curah Hujan April Mei Tinggi (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Curah hujan di awal April dan Mei lebih tinggi dibandingkan curah hujan rata-rata.

Selain itu di kedua bulan tersebut terjadi musim kemarau dan hujan yang tidak merata di wilayah Indonesia.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hal ini disebabkan oleh fenomena global La Nina yang terjadi hingga April 2021.

Baca Juga: Presiden Soroti Lonjakan Covid-19 di Kudus, Menkes: Sudah Kami Tindaklanjuti
Fenomena global ini menjadikan permukaan tanah basah yang mengakibatkan kasus kebakaran hutan dan lahan turun.

Sementara itu Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan, bahwa 55 persen wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Oleh sebab itu, BMKG mengingatkan bahaya terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Inisiatif P4G Harus dengan Cara Luar Biasa, Ini Penegasan Presiden Joko Widodo
Herizal menambahkan, bahwa musim kemarau telah terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Selain itu musim kemarau juga sudah terjadi di sebagian besar Pulau Jawa, sebagian Sumatera bagian selatan, Aceh, Kalimantan Selatan, dan juga Sulawesi Barat sampai dengan wilayah Papua.

Ditambahkannya, musim kemarau di Indonesia pada tahun 2021 ini akan terjadi hingga Oktober 2021.

"Saya sampaikan juga di BMKG, mencoba memonitor perkembangan cuaca dan iklim menganalisisnya dan menyampaikannya ke masyarakat dan juga stakeholder agar kita juga bisa mitigasi lebih awal potensi-potensi yang tidak kita harapkan," ujar Herizal, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, Selasa, 1 Juni 2021.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X