Ini Sejarah KUA Bermula Lembaga Kepenghuluan Pra Kemerdekaan

- Senin, 31 Mei 2021 | 20:54 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjadi saksi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara setelah mencanangkan revitalisasi 5.945 KUA Kecamatan Se-Indonesia, Sabtu malam (29/5).
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjadi saksi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara setelah mencanangkan revitalisasi 5.945 KUA Kecamatan Se-Indonesia, Sabtu malam (29/5).

kua BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Sejarah Kantor Urusan Agama (KUA) membentang sejak era sebelum kemerdekaan. Menag Yaqut Cholil Qoumas bahkan menyebut bahwa KUA  menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.

Sejarah KUA ini diawali dengan adanya lembaga kepenghuluan. "Bahkan lembaga kepenghuluan telah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka pada tahun 1945," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Pencanangan Revitalisasi KUA di Banjarnegara, Sabtu (29/5/2021).

Kesultanan Mataram, kata Menag, telah mengangkat seseorang yang diberi tugas dan wewenang khusus di bidang kepenghuluan.

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap 5 Strategi Indonesia Pimpin Presidensi G20

Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari juga pernah tercatat sebagai penghulu sebelum Indonesia merdeka.

Lembaga kepenghuluan inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Agama. Dalam perkembangan selanjutnya, peran dan tugas lembaga kepenghuluan ini banyak dilakukan oleh KUA.

Sejak 2016, telah dirumuskan bahwa setidaknua ada sembilan fungsi KUA, empat di antaranya terkait nikah san rujuk, yaitu: pelayanan, pengawasan, pencatatan, serta pelaporan nikah dan rujuk.

Adapun lima fungsi lainnya adalah layanan bimbingan keluarga sakinah, bimbingan kemasjidan, hisab rukyat dan pembinaan syariah, bimbingan dan penerangan agama Islam, dan terakhir adalah bimbingan zakat dan wakaf.

Baca Juga: Swab Acak 7 Pengunjung Pantai Pasir Putih Reaktif, Prokes Tetap Wajib Saat Wisata

"Bagi saya pribadi dan juga sebagian besar masyarakat Indonesia pasti memiliki kenangan yang tak terlupakan dengan KUA. Karena paling tidak satu kali dalam hidup, kita pernah berinteraksi dengan KUA," tutur Menag.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X