Susun Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud Diminta Libatkan MUI

Ant
- Senin, 31 Mei 2021 | 17:50 WIB
Ilustrasi Kamus Sejarah Indonesia. Foto: suara.com
Ilustrasi Kamus Sejarah Indonesia. Foto: suara.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) diminta melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia (KSI) khusus konten keislaman.

"Meminta Mendikbud RI dan semua pengambil kebijakan publik agar berkonsultasi dengan MUI. Hal ini untuk menghindari terjadinya bias dan kegaduhan publik," ujar Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya, dalam konferensi pers yang dipantau secara virtual, Senin 31 Mei 2021.

Permintaan MUI untuk melibatkan pihaknya sebagai respon dari polemik penyusunan KSI yang menghilangkan jejak pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari serta sejumlah tokoh agama lainnya.

Baca Juga: Vaksinasi untuk Lansia Terlambat Diberikan: Menkes: Jadi beban Rumah Sakit

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid sempat mengonfirmasi bahwa KSI jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi.

Menurutnya buku itu disusun sebelum kepemimpinan Nadiem Makarim dan belum ada penyempurnaan serta rencana penerbitan.

Utang mengatakan, berdasarkan kajian MUI, ada dugaan semacam benturan kepentingan dan ideologi kiri serta kanan dari pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: Perusahaan Garmen Kembangkan Inovasi Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19

Sehingga muncul nama-nama yang merepresentasikan mereka dan menganaktirikan tokoh-tokoh Islam moderat.

"Penulisan sejarah bangsa Indonesia mempunyai peran penting dan strategis sebagai dasar untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Sehingga penulisannya harus objektif dan sesuai fakta," kata dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X