Indonesia Siapkan 3 Kali Lipat Armada Kapal Selam, Hadapi Serangan China

Red
- Senin, 31 Mei 2021 | 17:05 WIB
Kapal selam KRI Nanggala-402/ANTARA
Kapal selam KRI Nanggala-402/ANTARA

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pascatenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali, Indonesia siap memperluas armada kapal selam sebanyak tiga kali lipat dari yang saat ini berjumlah 12 kapal.

Peningkatan jumlah kapal selam dilakukan sebagai tanggapan atas serangan berulang-ulang China ke perairan Indonesia. Seperti dilansir dari pikiran-rakyat, Senin (31/5), RI juga akan menambah armada korvetnya

Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dengan luas perairan yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif. Namun, jumlah armada kapal selamnya sangat kecil jika dibandingkan dengan negara seperti Jepang yang memiliki 20 kapal.

Baca Juga: Vaksinasi untuk Lansia Terlambat Diberikan: Menkes: Jadi beban Rumah Sakit

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto telah mengindikasikan akan meningkatkan investasi dalam peralatan militer setelah kecelakaan kapal selam KRI Nanggala 402.

Untuk kapal selam, Indonesia sedang mengejar kesepakatan produksi bersama dengan Korea Selatan. Sementara Prancis, Rusia dan Turki juga telah menawarkan untuk mengekspor kapal selam.

Ada pun Jepang sedang menjajaki ide menjual kapal selam ke Tanah Air.

Baca Juga: Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut 2,61 Juta Lapangan Kerja Terbuka

KRI Nanggala 402 dibuat pada tahun 1977 di Jerman dan diakuisisi oleh Indonesia pada tahun 1981. Pihak TNI mengatakan kapal selam tersebut kemungkinan besar terkena gelombang bawah laut raksasa yang membuatnya lepas kendali.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X