Vaksinasi untuk Lansia Terlambat Diberikan: Menkes: Jadi beban Rumah Sakit

Ant
- Senin, 31 Mei 2021 | 16:36 WIB
Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan , saat ini Indonesia sudah menyentuh angka 500.000 suntikan vaksin per hari.

Untuk itu, dirinya mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memprioritaskan vaksinasi terlebih dulu kepada kelompok warga lanjut usia (lansia).

"Saya minta seluruh gubernur, bupati, wali kota, mempercepat program vaksinasinya, tolong dipastikan diprioritaskan ke lansia," ujar Menkes dalam keterangan pers virtual seusai Rapat Kabinet Terbatas Penanganan COVID-19 dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Senin (31/5).

Baca Juga: Kematian Covid-19 Lansia Mendekati 50 Persen, Vaksinasi Baru 9 Persen

Saat ini Indonesia memiliki stok 20 juta dosis vaksin sehingga untuk 30 hari ke depan, Indonesia diproyeksikan mampu menyuntikkan 500.000-650.000 vaksin per hari.

Dia meminta prioritas vaksin untuk lansia diperhatikan.

"Banyak contoh seperti di Kudus, di Sumatera Selatan, yang kenaikannya cukup tinggi, yang masuk ke rumah sakit dan wafat itu lansia.

Kalau kita bisa memprioritaskan vaksinasi kepada lansia, Insya Allah yang masuk ke rumah sakit bisa berkurang, Insya Allah yang wafat juga berkurang," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Akses Masuk dari Semarang Ditutup

Dia mengatakan apabila vaksinasi kepada lansia tinggi seperti di Jakarta, Bali dan Yogyakarta, maka lansia yang terkena COVID-19 hanya akan berstatus OTG atau orang tanpa gejala atau paling berat dirawat di rumah sakit dan bisa keluar kembali.

"Kalau kita telat melakukan vaksinasi kepada lansia, maka akan berat rumah sakit kita, akan banyak yang wafat, dan seluruh tenaga kesehatan, dokter, perawat akan terbebani," ujar dia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X