Presiden Jokowi Ingin Pancasila Menjadi Realitas dalam Kehidupan Bangsa Indonesia

Rep
- Senin, 31 Mei 2021 | 12:15 WIB
Presiden Jokowi Pancasila Bangsa Indonesia (rep)
Presiden Jokowi Pancasila Bangsa Indonesia (rep)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Jokowi ingin agar Pancasila menjadi realitas dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Jadi bukan sekadar diperingati atau dilestarikan.  Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Oleh sebab itu Presiden Jokowi menandatangani Ke­pres No. 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila, serta menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional.

Baca Juga: 1.271 Pegawai KPK Dilantik jadi ASN Bertepatan Hari Lahir Pancasila
Sebelumnya usulan penetapan pernah disampaikan pada masa pemerintahan Presiden Megawati, namun baru ditetapkan pada tahun 2016.

Penetapan tanggal ini merujuk peristiwa 1 Juni 1945, saat Soekarno menyampaikan pidato yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Pancasila, yang merupakan ideologi negara.

Ketika itu Indonesia memasuki era men­jelang kemerdekaan, maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Per­siap­an Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbii Cosakai, diketuai Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat. Anggotanya 62 orang.

Baca Juga: Megawati Ingatkan Insan Lemhannas, Pancasila Bukan Sekedar Jargon
Digelarlah rangkaian sidang dengan agenda utama menentukan dasar negara Indonesia. Sejumlah tokoh mengemuka­kan gagasannya.

M Yamin yang berpidato dalam sidang tanggal 29 Mei 1945 mengemukakan konsep ”Lima Dasar” yaitu peri­kebangsaan, perikemanusiaan, periketu­hanan, perikerakyatan, dan kesejahtera­an rakyat.

Konsep didasari akar sejarah, peradaban, agama, dan ketatanegaraan di Indonesia.

Pada 30 Mei 1945, Soepomo mengemukakan sejumlah gagasan.

Beberapa di anta­ranya, dasar persatuan dan kekeluargaan sangat sesuai dengan rakyat Indonesia.

Kemudian dianjurkan agar warga negara takluk kepada Tuhan supaya setiap waktu ingat kepada Tuhan. Dalam lapangan ekonomi, negara bersifat keke­luargaan.

Pada 1 Juni 1945, dalam pidato tanpa teksnya, Soekarno mengemukakan konsep ”Pancasila” sebagai dasar, terdiri atas kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau de­mo­krasi, kesejahteraan sosial, serta ketu­hanan yang berkebudayaan. Dalam pidato itulah muncul istilah ”Pancasila”.

Dikutip dari www.academia.edu, ada bagian pidato Soekarno yang me­nyatakan hal itu. Namanya bukan Pancadarma, tetapi Pancasila, atas petunjuk teman kita ahli bahasa. Sila arti­nya asas atau dasar. Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Gagasan Soekarno diterima secara aklamasi peserta sidang dan dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X