Keterisian RS Covid-19 Nasional Naik 14 Persen, Jateng Urutan Ketiga

- Senin, 31 Mei 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi Ruang isolasi (antara)
Ilustrasi Ruang isolasi (antara)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan memasuki minggu kedua paska periode libur Idul Fitri terjadi tren kenaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional.

Lima provinsi memberi kontribusi tertinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan DI Yogyakarta. Peningkatan tempat tidur isolasi mulai terlihat dengan membandingkan data pada 20 Mei dan 26 Mei 2021.

"Adapun peningkatannya menunjukkan variasi, namun trennya terjadi selama 5 - 6 hari terakhir," katanya.

Baca Juga: Penggunaan Dot Tidak Diizinkan untuk Anak Berusia Lebih dari Empat Tahun, Ini Alasannya

Peningkatan  secara nasional sebesar 14,2 persen yakni dari 20.560 menjadi 23.488 tempat tidur. Peningkatan ini merupakan kontribusi dari 5 provinsi karena mengalami kenaikan BOR antara 18 - 23 persen dalam rentang waktu yang sama dengan kenaikan di tingkat nasional.

Dari lima provinsi, Jawa Tengah urutan ketiga tertinggi setelah DKI Jakarta naik 23,7 persen dari 3.108 menjadi 3.846, Jawa Barat naik 30,2 persen dari 3.003 menjadi 3.615, Jawa Tengah naik 23,14 persen dari 2.567 menjadi 3.161, Banten naik 21,2 persen dari 816 menjadi 959, DI Yogyakarta naik 18,8 persen dari 495 menjadi 585 tempat tidur terisi.

"Data ini menandakan terjadi peningkatan kasus pada 6 hari terakhir. Ini artinya, peningkatan kasus juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang dan berat sehingga membutuhkan ruang isolasi. Ini adalah alarm keras, terutama provinsi-provinsi di Pulau Jawa," tegas Wiku.

Baca Juga: Ada Pertimbangan Khusus Pelaksanaan PTM di Bogor Jika Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

Prof Wiku Adisasmito mengatakan yang perlu diperhatikan, data-data yang disampaikan saat ini belum menggambarkan sepenuhnya perkembangan pada minggu kedua paska Idul Fitri. Namun, data penambahan kasus positif, kasus aktif, mobilitas penduduk, serta keterisian ruang isolasi, sudah menunjukkan adanya kenaikan.

Data ini juga menegaskan provinsi-provinsi Pulau Jawa adalah kontributor terbesar penambahan kasus positif tingkat nasional. Provinsi-provinsi ini harus melakukan konsolidasi penanganan dengan baik antar jajaran pimpinan daerah agar Pulau Jawa dapat menjadi kontributor perbaikan perkembangan kasus di tingkat nasiona

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X