Kematian Covid-19 Lansia Mendekati 50 Persen, Vaksinasi Baru 9 Persen

- Senin, 31 Mei 2021 | 09:12 WIB
VAKSINASI COVID-19 : Petugas pelayanan publik di Kabupaten Cilacap mendapat vaksinasi Covid-19 tahap II. (suaramerdeka.com/Gayhul Dhika)
VAKSINASI COVID-19 : Petugas pelayanan publik di Kabupaten Cilacap mendapat vaksinasi Covid-19 tahap II. (suaramerdeka.com/Gayhul Dhika)

JAKARTA, suaramerdeka.com –  Kelompok usia lanjut di atas 60 tahun merupakan kelompok paling rentan terhadap kematian kasus Covid-19. Data covid19.go.id per 30 Mei 2021 tingkat kematian Covid-19 lansia di Indonesia mendekati angka 50 persen, yakni 49,5 persen dari total keseluruhan kasus meninggal Covid-19 nasional.

Dari data semakin tinggi usia semakin rendah tingkat kesembuhannya dan semakin tinggi risiko meninggal. Dari data tingkat kesembuhan Covid-19 kelompok lansia hanya 10,1 persen, sementara tingkat kematian 49,5 persen tertinggi secara nasional.

Kelompok usia di bawahnya, usia antara 46-59 tahun tingkat kematiannya urutan kedua tertinggi yakni 35,5 persen dengan tingkat kesembuhan 22,2 persen. Lalu kelompok usia 31-45 tahun tingkat kematiannya tercatat  11,1 persen dengan kesembuhan 29,7 persen.

Baca Juga: India Pastikan Punya 120 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Digunakan Juni Mendatang

Pada kelompok produktif usia pemuda 19-30 tahun tingkat kematian lebih rendah 2,7 persen dengan kesembuhan 25,3 persen. Kelompok anak-remaja 6-18 tingkat kematian 0,6 persen dan kesembuhan 9,8 persen. Untuk kelompok usia anak-anak 0-5 tahun tingkat kematian covid-19 tercatat 0,6 persen dan kesembuhan 2,9 persen.

Melihat risiko tinggi pada angka kematian lansia, Pemerintah mengejar target vaksinasi lansia mengingat cepaian vaksinasi lansia masih rendah.  Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia jumlah tervaksinasi tercatat 14,9 juta pada cakupan pertama dan 9,8 juta pada cakupan kedua.

Jumlah tersebut menurut Nadia, sudah termasuk cakupan dosis pertama pada tenaga kesehatan (nakes) dengan persentase hampir 100 persen dan total dari petugas pelayan publik sebesar 40 persen. Namun untuk  total sasaran untuk lansia baru mencapai 9 persen yang sudah tervaksinasi secara lengkap.

Baca Juga: Ada Pertimbangan Khusus Pelaksanaan PTM di Bogor Jika Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

"Nah yang menjadi PR kita yaitu tahap kedua, karena kalau kita lihat tahap kedua ini kita masih punya cukup PR pada kelompok usia di atas 60 tahun," kata Nadia.

Saat ini ini baru 3 juta lansia dari target 21,5 juta jiwa untuk dosis pertama, sementara dosis keduanya masih 2 juta yang artinya ini baru 9 persen lansia yang mendapat penyuntikan vaksin secara lengkap.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan vaksinasi kepada lansia menjadi sangat penting seiring dikeluarkannya rekomendasi dari Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) yang merupakan kelompok ahli vaksinasi dan imunisasi WHO bahwa lansia termasuk pada kategori prioritas penerima vaksin setelah nakes.

"Bahwa terdapat tiga prinsip yang membuat vaksin itu penting diberikan kepada lansia," kata Reisa.

Baca Juga: Ajakan Wali Kota Gunakan Kendaraan Umum, Begini Reaksi Netizen

Pertama untuk mengurangi kematian, kedua untuk menghindari gangguan terhadap pelayanan kesehatan supaya tidak kalap (kewalahan), dan ketiga mengurasi kasus kejadian yang serius.

“Makanya setelah nakes, lansia adalah prioritas karena kerentanannya terkena Covid-19.”ujarnya.

Reisa mengimbau kepada para lansia agar tidak takut divaksin. Apabila merasa memiliki penyakit bawaan atau penyerta hendaknya terlebih dulu konsultasi kepada dokter untuk dilakukan proses skrining.

Jika lansia lolos skrining dan ternyata mempunyai penyakit bawaan tidak masalah selama masih terkontrol dan dalam kondisi sehat dan fit ketika divaksin.

Jadi, buat semuanya tidak usah ragu dan kalau bisa temani para lansia untuk dibantu melakukan vaksinasi. "Seperti anjuran Pak Menkes sendiri. Daftarkan, antarkan, temani," tutup dr Reisa.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X