Vaksinasi Lansia Rendah, Strategi Jemput Bola Jadi Langkah

- Minggu, 30 Mei 2021 | 18:02 WIB
vaksinasi rendah (Setiady Dwi)
vaksinasi rendah (Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Guna mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi lansia yang pencapaiannya dinilai masih rendah, strategi jemput bola diterapkan di Jabar.

Sebagai penunjangnya, pembentukan pos vaksinasi di level desa dan kelurahan.

Menurut Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, pos itu diharapkan mampu memperluas cakupan vaksinasi sekaligus mendekatkan lansia ke lokasi penyuntikan vaksin.

Faktor jarak ditengarai menjadi salah satu hambatan vaksinasi bagi lansia.

Target sasaran lansia di Jabar untuk divaksin mencapai 4.403.983 orang. Dari jumlah ini, realisasinya masih di bawah 10 persen.

Berdasarkan data hingga akhir Mei, lansia yang sudah menjalani penyuntikan dosis pertama baru sebanyak 391.449 orang, atau 8,89 persen, sedangkan lansia yang sudah disuntik dosis kedua sekitar 270.812 orang (6,15 persen).

"Ada sejumlah keterbatasan bagi lansia untuk mengikuti vaksinasi, seperti faktor usia yang tidak memungkinkan berangkat ke lokasi pelayanan vaksinasi sendirian. Perlu ada keluarga yang mendampingi. Kemudian, komorbid penyakit lebih banyak pada lansia," kata Marion dalam keterangan yang diterima Minggu (30/5).

Dengan kondisi tersebut, dia tak menampik bahwa cakupan vaksinasi bagi lansia di Jabar tergolong rendah.

Selain jarak ke pos vaksinasi dan komorbid, banyak lansia yang tidak mau divaksin di samping masih ada keluarga yang tidak ingin anggota lansianya menjalani vaksinasi Covid-19.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi terhadap petugas pelayanan publik yang menjalani penyuntikan vaksin sesuai domisili institusi. Cakupan vaksinasi Covid-19 bagi pelayan publik di Jabar pun sudah mencapai 64,50 persen untuk dosis pertama dari target sasaran 2.195.338 orang.

"Karenanya kami akan gencar mengedukasi dan menginformasikan kepada lansia dan keluarga yang memiliki lansia agar mau membawa lansia untuk divaksin. Kami juga akan memobilisasi lansia dengan cara mendaftarkan dan mengatur antar-jemput lansia ke fasyankes vaksinasi," katanya.

Di luar itu, pihaknya pun tengah fokus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran.

Sejumlah strategi pun telah disusun secara komprehensif. Di antaranya mereka akan menambah kapasitas rumah sakit dengan meningkatkan pelayanan ruang isolasi biasa, ruang isolasi bertekanan negatif, dan ICU.

"Strategi selanjutnya kami akan menambah rumah sakit darurat dan pusat isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, menyiapkan rujukan antar kabupaten/kota dan antar provinsi, dan menambah alat kesehatan pendukung kesembuhan pasien dan obat-obatan bagi pasien," katanya.

Untuk mengantisipasi peningkatkan kasus, Pemprov Jabar bakal memperkuat 3T (testing, tracing, dan treatment). Marion pun mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X