279 juta data WNI Bocor, Ketum Partai Gelora: Perlu Sistem dan Strategi Pertahanan Baru

- Minggu, 30 Mei 2021 | 09:05 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok (Saktia Andri Susilo)
Foto: suaramerdeka.com/Dok (Saktia Andri Susilo)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Indonesia diminta untuk segera merumuskan sistem dan strategi pertahanan baru di era digital.

Hal ini menyangkut keamanan nasional, pasca pembobolan 279 juta data WNI di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Sekarang  baru kebobolan data BPJS, belum terbayang kalau data militer, kepolisian dan lainnya bobol," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta di Gelora Media Centre, Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/5) petang.

Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

Hal itu disampaikannya dalam Gelora Talk bertem 'Sistem Keamanan Nasional di Era Digital.'

Menurutnya, dengan sistem pertahanan baru tersebut maka akan cepat diketahui kelemahannya.

"Terutama bila keamanan digitalnya berhasil dibobol. Kalau kita bicara keamanan digital, ini hulu masalahnya di mana, kita tidak tahu," ujarnya.

Sehingga di sisi pertahanan, Indonesia perlu merumuskan sistem dan strategi pertahanan yang baru serta independen dalam teknologi.

Dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional, kata dia, Indonesia bisa mencontoh China dan Rusia.

"Sebab, kedua negara tersebut paling jarang mengalami kebobolan. Hal itu karena mereka independen dalam teknologi," tandasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh! Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:55 WIB
X