Nadiem Tegaskan Visi Pendidikan Vokasi: Langsung Kerja dengan Gaji Layak

- Jumat, 28 Mei 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan visi pendidikan vokasi sebenarnya sederhana, yaitu memastikan integrasi antara pendidikan tinggi vokasi dan dunia kerja itu semakin erat.

‘’Kita ingin anak-anak kita langsung bekerja dari pembelajaran yang mereka alami di perguruan tinggi vokasi.  Goal kita sangat jelas, agar mereka mendapatkan pekerjaan dengan di berbagai macam industri secepat mungkin dan dengan upah yang layak,” kata Mendikbudristek pada peluncuran Merdeka Belajar episode ke-11 “Kampus Merdeka Vokasi” pada Kamis (27/5).

Visi Kampus Merdeka Vokasi adalah terintegrasinya pendidikan tinggi vokasi dengan dunia kerja demi menghasilkan lulusan yang lebih kompeten, produktif, dan kompetitif, sehingga integrasi perguruan tinggi vokasi dengan dunia kerja dilaksanakan melalui link and match 8+i yang bukan sekadar nota kesepahaman saja.

Nadiem mengatakan program pendidikan vokasi fokus utama pada Dana Kompetitif Kampus Vokasi (Competitive Fund Vokasi) dan Dana Padanan Kampus Vokasi (Matching Fund Vokasi).Fokus pertama adalah penawaran dana kompetitif untuk pembukaan program SMK-D2 Jalur Cepat.

Program ini berbasis kerja sama antara SMK, dan kampus vokasi, dengan dunia kerja, untuk meningkatkan kualifikasi SDM yang terampil dan unggul dalam waktu yang lebih singkat. “Lebih hemat masa studi, hemat biaya juga. Jadi, efisiensi ini yang kita ingin tekankan,” kata Nadiem.

Syarat dalam program-program SMK-D2 Jalur Cepat, kata Nadiem, memiliki kemitraan dan kurikulum yang disusun bersama SMK-pendidikan tinggi vokasi-dunia kerja, memiliki pengembangan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bagi lulusan SMK, serta telah menyusun instrumen pengusulan SMK-D2 Jalur Cepat.

“Untuk memastikan kurikulum SMK itu memang baik, maka perguruan tinggi vokasinya akan memastikan mereka terlibat sedari awal untuk menyusun dan membantu meng-upgrade kurikulum di SMK. Agar RPL ini sukses dan anak-anak ini mendapat prospek yang lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang baik saat mereka lulus dari perguruan tinggi vokasi. Mereka dapat ijazah D2 bukan hanya mendapatkan sertifikasi kompetensi dari SMK saja,” jelas Mendikbudristek.

Dana Kompetitif

Menurut Nadiem dana kompetitif (competitive fund) Kampus Vokasi dapat digunakan untuk program peningkatan program studi (prodi) D3 menjadi Sarjana Terapan (D4). Program ini berupaya meningkatkan level program lebih tinggi, sehingga kualifikasi serta soft skills atau karakter siap kerja mahasiswa lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Jokowi Didesak Batalkan TWK

Sabtu, 18 September 2021 | 01:50 WIB

Hadapi Ledakan Mobilitas Penduduk

Sabtu, 18 September 2021 | 01:39 WIB

Polres Usulkan IPAL di Polokarto

Sabtu, 18 September 2021 | 01:28 WIB

Borobudur dan Prambanan Mulai Dibuka

Sabtu, 18 September 2021 | 01:20 WIB

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB
X