RT Zona Merah Wajib Mikro Lockdown, Ini Penegasan Satgas

- Kamis, 27 Mei 2021 | 10:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satgas Penanganan Covid-19 terus memantau potensi penyebaran lebih luas menyusul kemunculan klaster penularan kasus Covid-19 mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2021. Di antaranya berasal dari pelaku perjalanan yang positif Covid-19 dari Jakarta di Klaten, Cianjur, Pati, Bogor dan Cilacap.

"Dengan ditemukannya beberapa klaster ini, masyarakat diminta berhati-hati. Karena potensi klaster keluarga bisa muncul akibat importasi kasus dari luar wilayah kediaman," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Prof Wiku menegaskan jika RT berstatus zona merah atau memiliki kasus lebih dari 5 rumah, maka wajib menerapkan mikro lockdown. Upaya yang dilakukan dengan mengawasi ketat warga yang melakukan isolasi mandiri, menemukan suspek, melacak kontak erat serta menutup tempat umum termasuk rumah ibadah kecuali yang termasuk sektor esensial.

Lalu, melarang perkumpulan lebih dari 3 orang dan meniadakan kegiatan sosial serta menetapkan peraturan keluar masuk wilayah maksimum pukul 20.00 WIB waktu setempat. "Masyarakat diharapkan terus mempertahankan kehati-hatian dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Wiku.

Posko Covid-19

Untuk menekan agar kasus Covid-19 tidak meluas, Satgas mendorong Pemerintah daerah mengoptimalkan peran pos komando (posko) yang memiliki fungsi pengendalian Covid-19 di tingkat komunitas dan diharapkan dapat lebih bersifat antisipatif dan tepat sasaran. Posko memiliki peran penting dengan melakukan skenario pengendalian sesuai status zonasi tingkat RT masing-masing.

Menurut Wiku kemunculan klaster-klaster penularan lokal akibat mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadan dan akibat libur Lebaran tahun ini, sepatutnya tidak terjadi. Satgas sebelumnya berkali-kali mengingatkan tradisi mudik dan halalbihalal secara tatap muka bisa ditunda hingga pandemi reda.

Masyarakat punya opsi sebagai alternatif terbaik untuk tetap menjalin silaturahmi pada Lebaran tahun ini dengan menyelenggarakannya secara virtual.  "Seperti yang sudah saya peringatkan sebelumnya kegiatan-kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan penularan, dan berdampak pada meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia," kata Wiku.

Jika melihat adanya klaster-klaster baru penularan, kata Wiku, Indonesia belum berhasil sepenuhnya mencegah penularan. Padahal, masyarakat seharusnya bisa belajar dari pengalaman libur panjang pada hari-hari besar atau libur nasional sebelumnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X